Menanamkan Kecakapan Religius Melalui Pengembangan SKUA

Guna mewujudkan pribadi yang Islami MTs Negeri Sumber Bungur Pamekasan menerapkan program SKUA (Syarat Kecakapan Ubudiyah dan Akhlakul Karimah). Program ini merupakan bagian dari mata pelajaran Muatan Lokal (MULOK) sebagai salah satu syarat bagi peserta didik agar bisa mengikuti ujian, baik UAS, UKK, UAM dan UN dengan landasan surat edaran Kepala Kantor Kementerian Agama Wilayah Provinsi Jawa Timur Nomor : 13.4/I/HK.00.8/1925/2012. Tujuan utama diterapkannya program SKUA ini adalah untuk mendorong dan menyadarkan peserta didik akan pentingnya pengamalan syariat Islam dalam kehidupan sehari-hari. Dengan demikian diharapkan mereka bisa menjalankan ibadah syar’iyah dengan baik dan benar sesuai dengan ajaran Islam.

Adapun materi pelajaran yang dimuat didalamya meliputi pelajaran al-Qur’an Hadis, Akidah Akhlak dan Fikih. Dari ketiga mata pelajaran tersebut diharapkan peserta didik mampu menguasainya baik secara teoritis maupun praktis, karena penilaian SKUA ini menitik-beratkan pada aspek kognitif (hafalan) dan aspek Psikomotor (praktik). Terkait dengan muatan materi ini, bagian Keagamaan selaku penanggung-jawab utama pelaksanaan program ini sudah menyediakan buku atau lembar pengamatan serta buku panduan SKUA yang disusun oleh Tim MGMP PAI yang siap dibagikan kepada seluruh peserta didik melalui wali kelasnya masing-masing. Tentunya materi yang terkandung didalamnya sudah mempertimbangkan tingkat kesukaran sesuai dengan level kelas yang ada. Maksudnya, materi untuk kelas VII lebih mudah dari pada kelas VIII begitu pula seterusnya.


Lembar pengamatan SKUA ini dimuat dua semester, yang dilengkapi dengan kolom identitas siswa, le3. rukukmbar komentar wali murid, deskripsi wali kelas, saran Kepala Madrasah dan bukti ketuntasan materi. Bukti ketuntasan yang dimaksud adalah apabila lembar pengamatan ini sudah disetujui dan ditanda tangani oleh guru pembimbing, wali kelas dan Kepala Madrasah.

Program ini sama sekali tidak mengganggu kegiatan pembelajaran di kelas karena waktu pelaksanaannya diluar KBM dan bersifat kondisional. Peserta didik diwajibkan menuntaskan program ini mulai dari semester satu hingga semester lima. Adanya program SKUA ini tidak menjadikan beban kepada mereka karena waktu yang diberikan cukup lama. Batas akhir kesempatan konsultasi bimbingan di setiap semester adalah satu pekan sebelum pelaksanaan ujian.

4.wudukGuru pembimbing SKUA yang diberi tanggung jawab atas terselenggaranya program ini adalah guru-guru agama dan sebagian guru umum yang dianggap mampu dan memiliki kompetensi keagamaan yang mumpuni. Kepada mereka diberikan Surat Tugas oleh Kepala Madrasah guna kepetingan administrasi guru. Kepala Madrasah juga menyarankan kepada semua guru pembimbing agar mendata anak asuhnya yang memiliki kemampuan minimal untuk diberi bimbingan khusus. Tugas mulia ini mereka jalankan dengan baik dan penuh tanggung-jawab.
Sejak pertama kali program ini dijalankan hampir tidak ada kendala yang berarti, hal ini berkat dukungan dari semua pihak utamanya wali murid. Wali murid merespon positif dan menaruh harapan besar atas terlaksananya program SKUA ini, melalui komentar yang di sampaikan secara langsung maupun tidak langsung mereka merasa bangga dan berterima kasih kepada Madrasah dalam hal ini pengelola program SKUA bahwa anak-anak mereka selain dibekali pengetahuan umum juga dibekali pengetahuan agama khususnya ilmu agama yang berhubungan langsung dengan ibadah amaliyah seperti shalat, wudlu, tayamum, thaharah, do’a-do’a, dzikir dan sebagainya. Begitu pula sebaliknya, guru menghimbau kepada anak didik agar ilmu dan pengalaman yang mereka peroleh hendaknya diamalkan dalam kehidupan sehari-hari. Pengawasan orang tua dalam hal ini tentu sangat dibutuhkan.

Akhirnya, semoga melalui penerapan program SKUA ini bisa menghasilkan generasi yang shaleh-shalehah dan berakhlakul karimah (Insan Muttaqin) dan siap menghadapi tantangan di tengah kompleksitas kehidupan umat manusia. Amin.

Penulis : Subairi, S. Hum

Tinggalkan Balasan