Tag Archive lingkungan

ByLutfi Rahman

KANTIN SEHAT MTsN SUMBER BUNGUR PAMEKASAN

Sebagai Madrasah Adiwiyata, penanaman karakter dan pendidikan tentang pelestarian lingkungan dan kesehatan telah diterapkan di madrasah ini. banyak hal yang telah dilakukan oleh madrasah agar tercipta lingkungan belajar yang asri, sejuk dan nyaman. Dari segi fisik dapat terlihat jelas usaha kearah pelestarian dan kepedulian terhadap lingkungan yang bersih, asri dan sehat.

Suasana Di di depan Kantin Sehat

Salah satu bagian yang tidak dapat dipisahkan dari Madrasah Adiwiyata adalah keberadaan Kantin Sehat. Kantin Sehat merupakan tempat pemenuhan kebutuhan nutrisi bagi para peserta didik beserta serta para tenaga pengajar. Selama proses belajar dan mengajar tentunya banyak energi yang dikeluarkan. Untuk mendukung agar proses belajar mengajar tetap berjalan dengan baik, maka pemenuhan nutrisi yang sehat sebagai asupan pengganti energi yang dipakai mutlak diperlukan.Kantin Sehat juga berfungsi sebagai salah satu sarana pendidikan. Tempat ini bisa dijadikan media belajar dan berdiskusi manakala guru ingin menyampaikan materi berkaitan dengan kandungan nutrisi bahan makanan, atau bisa juga dikupas aspek sosial ekonominya. Bagaimana para peserta didik dapat dilatih untuk memiliki rasa enterpreneurship dan tanggung jawab.

Aktifitas Kantin Sehat

Kunjungan Guru

Kunjungan Peserta didk

Jajanan yang layak dikonsumsi adalah yang mengandung nutrisi sehat seperti lemak, karbohidrat, vitamin, mineral dan protein. Bukan yang mengandung zat aditif berbahaya. Untuk menjawab kebutuhan tersebut, di dalam lingkungan MTsN Sumber Bungur telah berdiri Kantin Sehat. Segala jenis jajanan yang ada di kantin ini insyaallah telah bebas dari unsur 6P, yaitu Penyedap, Pemanis, Pengenyal, Pengawet, Pewarna dan Pembungkus makanan yang berbahaya.
Dalam kegiatannya melayani kebutuhan nutrisi, pengelolaan tempat ini melibatkan para peserta didik yang diawasi oleh salah satu guru yang dipercaya sebagai penanggung jawabnya.
Kantin Sehat menjadi semacam laboratorium mini dalam pembelajaran, karena setiap menu makanan dan minuman yang disediakan tersaji juga informasi mengenai kandungan gizi serta manfaatnya bagi kesehatan. Di tempat ini para peserta didik juga bisa belajar bagaimana menerapkan azas-azas ekonomi, belajar pula bagaimana berinteraksi dan bersosialisasi.

Menikmati menu Kantin Sehat

Keberadaan Kantin sehat ini merupakan bukti nyata bahwa MTsN Sumber Bungur benar-benar peduli akan nilai kesehatan para peserta didik dan guru, sehingga mampu menunjang pada kegiatan belajar dan mengajar di madrasah. Jika para peserta didik sehat, maka Madrasah senang, orang tua juga senang dan prestasi juga akan lebih mudah untuk diraih. Di dalam tubuh yang sehat terdapat jiwa dan potensi hebat didalamnya. Untuk itu perlu nutrisi yang sehat dan layak untuk dikonsumsi agar kesehatan para peserta didik dan guru dapat terjaga.

(Lutfi Rahman, S.Pd)
ByMukhtar Syarif

Kelestarian Lingkungan Versi Rasulullah

Oleh: Mohammad Holis*)

Manusia sebagai khalifah di bumi ini dapat bertahan hidup tanpa adanya campur tangan pemerintah. Bukankah dulu sebelum ada kemajuan cara berpikir manusia sebagai khalifah di bumi tetap bisa bertahan hidup, saling memahami meski tanpa campur tangan pemerintah? Namun saat ini, pertanyaan besar buat kita semua adalah apakah manusia mampu bertahan hidup tanpa lingkungan? Semua pasti sepakat jawabannya adalah TIDAK. Hal inilah yang menjadi tanggung jawab kita bersama dalam ikut bertanggung jawab melestarikan lingkungan. Sehingga apapun keragaman pola aktifitas dan kegiatan yang kita lakukan dimuka bumi ini janganlah justru menjadikan alam lingkungan sebagai korbanya. Tentu kita tidak ingin menjadi generasi yang mewarisi alam lingkungan yang rusak.

Sebagaimana firman Allah (QS al-A’raf 7:85) “Dan Janganlah kamu membuat kerusakan dimuka bumi sesudah Tuhan memperbaikinya. Yang demikian itu lebih baik bagimu jika betul-betul kamu orang-orang yang beriman”.

Sebetulkan Islam melalui Hadits Rasulullah telah memberikan solusi dari persoalan kerusakan lingkungan yang saat ini terjadi. Diantara yang bisa dilakukan dalam upaya memakmurkan alam ini adalah dengan cara (1) MENANAM. Sebagaimana hadits shahih yang diriwayatkan oleh Bukhari “Tak seorang muslimpun menanam pohon atau tanaman, lalu dimakan oleh burung, manusia, atau hewan lainnya, kecuali akan menjadi sedekah baginya.” Ini dapat diartikan bahwa perintah menanam pohon dan tanam-tanaman dalam hadits diatas ternyata berfungsi

Sebagai menyerap gas-gas yang dapat membahayakan kehidupan manusia dan lingkungan. Pepohonan dan tanam-tanaman akan mengeluarkan uap air sehingga udara bisa bersih dan sehat, sehingga semakin berkurang dan rusaknya pepohonan dan tanam-tanaman ini akan menyebabkan prduksi oksigen bagi atmosfir akan semakin berkurang.

Ladang Shadaqah, dengan menanam pohon baik pohon berbuah karena dapat dimakan buah dan menjadi sumber kehidupan bagi yang memakannya atau tidak berbuah karena memproduksi oksigen bagi keberlangsungan hidup manusia, karena manusia itu sendiri membutuhkan 2880 oksigen/hari, itu semuanya akan dinilai shodaqah sebagaimana hadits diatas.

(2) MERAWAT. Setelah menanam pohon tentunya perintah kedua adalah merawatnya, sebagai perwujudan pengabdian manusia kepada Allah SWT, karena mengabdi merupakan salah satu tugas manusia sebagai khalifah dimuka bumi ini. Salah satu tugas kekhalifahan inilah. yang membedakan antara homo megantropus paleo javanicus dan homo pithecanthropus erectus dari homo pithecanthropus erectus wajakensis. Dua manusia yang disebut pertama memiliki sifat merusak dan menumpahkan darah, yang menurut para ulama ahli tafsir disebut banul jan. dua jenis manusia tersebut berbeda dengan homo wajakensis yang sudah berbudaya dan memiliki cara berfikir yang sejalan dengan nalar sehat. Homo wajakensis disebut juga homo sapiens yang berarti manusia cerdas dan berbudaya, dalam bahasa yang lain disebut hayawanun natiq.

Homo wajakensis menandai awal manusia menerima amanah kekhalifahan di muka bumi, yakni sebagai penjaga keseimbangan tata kelola alam lingkungan secara harmonisasi dan berketeraturan. Ini pula yang menandai lahirnya prilaku kearifan lingkungan yang kemudian diturunkan secara turun temurun disetiap generasi hingga saat ini. Maka mentahlah yang menjadi sanggahan para malaikat yang awalnya enggan menerima penciptaan Adam As. Sebagaimana QS. Al-Baqarah (2:30). “Ingatlah ketika Rabb-mu berfirman kepada para malaikat, “Sungguh Aku hendak menjadikan seorang khalifah di muka bumi.” Mereka menjawab, “Mengapa Engkau hendak menjadikan (khalifah) di bumi itu orang yang akan membuat kerusakan padanya dan menumpahkan darah, padahal kami senantiasa bertasbih dengan memuji Engkau serta menyucikan Engkau?” Allah ta’ala berfirman, “Sungguh Aku mengetahui apa yang tidak kalian ketahui.”

Penegasan Allah SWT pada ayat diatas memberikan sinyal nyata, bahwa penciptaan manusia mutlak merupakan rahasianya. Para malaikat diberitahu tetapi malaikat tidak boleh membantah mengenai rencana-Nya perihal penciptaan manusia, yang selanjutnya menjadi khalifah Allah di muka bumi. Maka larangan keras kepada manusia melakukan perusakan alam, termasuk merusak tetumbuhan dan pepohonan dengan cara apapun, dimana manusia secara sadar mempunyai tanggung jawab yang besar untuk saling mennyanyangi termasuk dengan berprilaku kasih dan sayang terhadap tetumbuhan dan pepohonan sebagaimana sabda Rasul yang diriwayatkan oleh Abu Daud dan Tirmidzi “Orang-orang yang penyayang niscaya akan disayang oleh Allah yang Maha Penyayang. Maka sayangilah yang ada di bumi niscaya yang ada di langit un akan menyayangi kalian”.

Merusak tetumbuhan dan pepohonan sama saja dengan merusak kehidupan umat manusia, seperti yang telah dijelaskan diatas bahwa manusia tanpa pemerintahan tetap bisa hidup, akan tetapi manusia akan binasa jika hidup tanpa alam dan lingkungan sebagaimana firman Allah dalam QS al-Maidah (5:32).“

Rasulullah SAW sebagai penyampai islam yang ramah lingkungan dan rahmah kemanusiaan adalah salah satu ciri agama rahmatan lil alamin. Dimana telah mana mengajarkan kepada kita bersama tentang kemesraan hubungan kepada Allah SWT, sesama manusia, dan terhadap lingkungan hidup didalamnya, sehingga manakala kita sebaga melakukan penebangan terhadap pepohonan dan tetumbuhan, maka sebaiknya mengganti dulu tetumbuhan dan pepohonan sebelum menebang untuk keberlangsungan ekosistem di alas semesta ini, begitu juga ketika ingin memanfaatkan hewan untuk di makan, maka janganlah berlebihan dan perlakukanlah dengan baik hewan yang akan kita makan karena bagian dari rezeki Allah bagi kita bersama.

Di akhir tulisan ini, penulis ingin menyampaikan bahwa melestarikan lingkungan versi Rasulullah SAW adalah bagian dari mengamalkan sunnahnya, sehingga program pelestarian lingkungan dari lembaga manapun tidak boleh mengenyampingkan kerusakan terhadap lingkungan, dan dukungan terhadap kepedulian lingkungan adalah bagian jihad dalam menegakkan sunnahnya, oleh karena itu penulis mengajak seluruh elemen masyarakat agar bersama-sama menegagakkan sunah rasul yang satu ini yakni melestarikan lingkungan, agar bumi kita lestari.

*) Penulis adalah Kepala MTsN Sumber Bungur Pamekasan dan Peserta Program Doktor pada Universitas Muhammadiyah Malang

ByLutfi Rahman

RAIH 9 BESAR DALAM LOMBA MADING LINGKUNGAN

menjelang penilaian dari tim juri

menjelang penilaian dari tim juri

Dalam Rangka Peringatan Hari Lingkungan Hidup sedunia, pada hari Rabu dan kamis tanggal 27-28 Juli 2016 MTsN Sumber Bungur mengirimkan delegasinya untuk mengikuti Lomba Majalah Dinding Lingkungan tingkat Provinsi Jawa Timur yang digelar di Taman Candra Wilwatikta, Pandaan. Total jumlah peserta pada lomba tersebut adalah 53 Sekolah dan Madrasah. Sekolah ataupun Madrasah yang berpartisipasi dalam ajang ini adalah lembaga yang telah terdaftar sebagai Sekolah/ Madrasah Adiwiyata. Tiap delegasi diwakili oleh 3 peserta didik yang nantinya akan mendisplay dan mempresentasikan karyanya di depan para Juri. Dari sekian banyak peserta, ternyata sudah ada sebagian dari mereka yang berstatus sebagai Sekolah/Madrasah Adiwiyata Provinsi bahkan Nasional. Namun, hal tersebut tidak menciutkan nyali peserta didik kita untuk menampilkan yang terbaik.

sesi penilaian oleh para juri

sesi penilaian oleh para juri

Pada keikutsertaan yang pertama ini, Alhamdulillah MTsN Sumber Bungur mampu masuk dalam peringkat 9 besar. Ini merupakan sebuah prestasi mengingat ini adalah kali pertama Madrasah ikut dalam Lomba Mading Lingkungan Hidup. Selain itu, keikutsertaan dalam lomba ini sebagai bentuk komitmen Madrasah dalam memelihara dan menjaga kelestarian alam dan lingkungan. Semoga semakin banyak prestasi-prestasi lain yang dapat ditorehkan oleh Madrsah tercinta ini kedepannya. Jaya terus MTsN Sumber Bungur Pamekasan

Penilain dan presentasi

Penilain dan presentasi

ByLutfi Rahman

Juara Pertama Sekolah Adiwiyata Kab. Pamekasan 2016

Alhamdulillah, kerja keras civitas Madrasah dalam menyongsong sekolah Adiwiyata berbuah manis. Pada hari Selasa 19 Juli 2016, bertempat di gedung Pendopo Kab. Pamekasan, Bpk. Achmad Syafii selaku Bupati Pamekasan menyerahkan langsung piagam penghargaan atas prestasi MTsN Sumber Bungur tersebut. Acara yang mengambil tema Pesona Hari Lingkungan Hidup Sedunia dan Anugerah Lingkungan Tahun 2016, dimeriahkan oleh pameran hasil karya peserta didik dari beberapa sekolah dan madrasah di lingkungan Kab. Pamekasan yang telah dinyatakan sebagai sekolah atau Madrasah Adiwiyata.

Penyerahan penghargaan Juara 1 Sekolah Adiwiyata tingkat SMP/MTs oleh Bupati Pamekasan

Penyerahan penghargaan Juara 1 Sekolah Adiwiyata tingkat SMP/MTs oleh Bupati Pamekasan

Stan MTsN Sumpa dalam Pameran Pesona Hari Lingkungan Hidup Sedunia

Stan MTsN Sumpa dalam Pameran Pesona Hari Lingkungan Hidup Sedunia

Bapak Bupati beserta Ibu berkenan mencicipi Dendeng Daun Singkong

Bapak Bupati beserta Ibu berkenan mencicipi Dendeng Daun Singkong

Arahan Bupati Pamekasan

Arahan Bupati Pamekasan

Dalam pameran tersebut, MTsN Sumber BUngur menampilkan beberapa kerajinan hasil karya para peserta didik yang bertema pelestarian lingkungan. Disajikan pula hasil produk unggulan yaitu Dendeng Daun Singkong. Kesan dari Bapak Bupati beserta Ibu dan para undangan yang hadir memberikan respon dan masukan yang positif terhadap produk tersebut. Selain pameran, acara tersebut juga dimeriahkan oleh peragaan busana dari bahan daur ulang dan yang paling menarik adalah penampilan 12 mahasiswa dari 12 negara berbeda yang telah 1 bulan belajar tentang adat dan budaya Madura, khususnya yang ada di Kab. Pamekasan. mereka menampilkan tarian adat MAdura dan seni musik “Ul-Daul”.
Dengan penghargaan yang di peroleh ini, maka MTsN Sumber Bungur pada tahun ini mewakili Kab. Pamekasan untuk mengikuti Penilaian Sekolah Adiwiyata tingkat Provinsi di Jawa Timur. Tentunya, masih banyak hal yang perlu dipersiapkan kedepannya agar Madrasah ini mampu menjadi Madrasah yang benar-benar peduli akan pelestarian lingkungan. kami mohon dukungan serta doa yang tulus agar tujuan tersebut dapat tercapai. Amin.

ByLutfi Rahman

Menyongsong Madrasah Adiwiyata

Madrasah Adiwiyata adalah madrasah yang peduli dengan lingkungan yang sehat, bersih dan indah. Dengan adanya program Adiwiyata, diharapkan seluruh civitas yang ada di lingkungan sekolah menyadari pentingnya lingkungan yang hijau dan sehat bagi kesehatan tubuh kita. Adiwiyata, menurut arti, terdiri dari 2 kata yaitu Adi dan Wiyata yang berasal dari bahasa Sansekerta. Adi artinya besar, baik, agung, ideal atau sempurna. sedangkan Wiyata artinya tempat dimana untuk seseorang memperoleh pengetahuan, norma dan etika. Lanjut Baca..