Pamekasan_Ajang kejuaraan lomba menulis nasional yang diselenggarakan oleh Ikatan Guru Inovator Penggerak Literasi Nasional (IGINOS) menjadi salah satu momentum bersejarah bagi dunia literasi Indonesia. Lomba yang mengusung tema besar “Menulis Dari Hati, Mengabdi Dengan Janji Suci” ini diikuti oleh sekitar 1.000 penulis dari berbagai daerah di seluruh Indonesia. Peserta berasal dari beragam kategori, mulai dari siswa tingkat SD/MI/sederajat, SMP/MTs/sederajat, SMA/MA/SMK/sederajat, hingga kategori Guru, Dosen, dan Umum. Kompetisi ini diselenggarakan dalam rangka memperingati Hari Guru Nasional 2025 dan telah dijadwalkan sejak bulan November 2025 sebagai bentuk penghormatan terhadap peran guru sekaligus penguatan budaya literasi di lingkungan pendidikan.
Selama proses pelaksanaan lomba, para peserta diberikan kesempatan untuk menuangkan gagasan, perasaan, dan pengalaman hidup mereka melalui karya tulis yang lahir dari kejujuran hati. Tema yang diangkat tidak hanya menuntut kemampuan teknis menulis, tetapi juga kedalaman makna, keikhlasan pengabdian, serta kesungguhan dalam memaknai profesi dan peran sebagai insan pembelajar. Lomba ini menjadi ruang ekspresi yang sarat nilai spiritual, kemanusiaan, dan pendidikan, sehingga karya-karya yang dihasilkan memiliki kekuatan pesan moral yang mendalam.
Setelah kurang lebih tiga bulan menanti hasil penilaian, akhirnya pada hari Senin, 19 Januari 2026, panitia secara resmi merilis pengumuman kejuaraan melalui portal resmi iginos.id. Pengumuman tersebut memuat daftar 15 karya terbaik dari masing-masing kategori lomba. Antusiasme dan rasa penasaran peserta pun memuncak, karena proses penilaian dilakukan secara ketat dan profesional oleh dewan juri yang kompeten di bidang literasi.

Kabar membanggakan datang dari MTsN 3 Pamekasan. Sebanyak enam orang dari unsur guru dan siswa madrasah tersebut berhasil meraih prestasi pada ajang bergengsi tingkat nasional ini. Mereka adalah Subairi, S. Hum Juara Harapan 2 lomba menulis artikel (Kategori Guru/Dosen/Umum), Aisyah Meidina peringkat 10 lomba menulis cerpen tingkat SMP/MTs. Pada cabang lomba menulis puisi tingkat SMP/MTs, Zulfa Nuril Mawaddah berhasil meraih peringkat 4, Hana Zian Fayumi peringkat 6, Qonitatillah Mardiya Bahita peringkat 11 dan Dwi Ledys Salsabila Shafiy peringkat 14.

Prestasi ini menjadi bukti nyata bahwa budaya literasi di MTsN 3 Pamekasan terus tumbuh dan berkembang, baik di kalangan guru maupun peserta didik. Tidak hanya berorientasi pada pembelajaran akademik semata, madrasah ini juga memberikan ruang luas bagi pengembangan bakat dan minat siswa di bidang kepenulisan.

Subairi, S. Hum, selaku guru sekaligus Koordinator Bina Prestasi di MTsN 3 Pamekasan, merasa kaget dan haru saat pertama kali menerima kabar tersebut. Ia mengaku sama sekali tidak menyangka dapat meraih prestasi, terlebih mampu masuk dalam jajaran lima besar nasional. “Saya benar-benar tidak menyangka. Ketika menerima kiriman pengumuman kejuaraan, perasaan saya campur aduk antara kaget, haru, dan syukur. Ini adalah anugerah yang luar biasa,” tuturnya.

Menurutnya, capaian ini bukan semata-mata hasil dari kemampuan pribadi, tetapi juga buah dari semangat kebersamaan dalam membangun budaya literasi di lingkungan madrasah. Ia merasa bangga karena prestasi ini diraih tidak hanya oleh guru, tetapi juga oleh para siswa yang dengan penuh semangat berani berkompetisi di tingkat nasional. “Ini menjadi bukti bahwa siswa madrasah juga mampu bersaing dan menunjukkan kualitasnya di kancah nasional,” tambahnya.

Sementara itu, Kepala MTsN 3 Pamekasan, Bapak Agus Budi Hariyanto, S. Pd, M. Pd, turut menyampaikan rasa bangga dan syukur atas prestasi yang diraih oleh keluarga besar madrasah. Ia menegaskan bahwa keberhasilan ini semakin menambah deretan prestasi MTsN 3 Pamekasan di tingkat nasional. “Kami sangat bangga dan bersyukur. Prestasi dari unsur guru dan siswa ini menjadi kebanggaan tersendiri sekaligus mengharumkan nama baik madrasah di panggung nasional,” ungkapnya.
Beliau juga menyebutkan bahwa capaian ini menjadi awal yang indah untuk mengawali tahun baru 2026. Menurutnya, prestasi di bidang literasi memiliki makna yang sangat strategis karena berkaitan langsung dengan penguatan karakter, kecerdasan berpikir, serta kepekaan rasa. “Ini awal yang indah untuk tahun 2026. Semoga prestasi ini menjadi inspirasi dan motivasi bagi guru dan siswa lainnya untuk terus berkarya dan berprestasi,” imbuhnya.

Ajang lomba IGINOS ini bukan sekadar kompetisi, melainkan sebuah gerakan literasi nasional yang mengajak seluruh insan pendidikan untuk menulis dengan hati dan mengabdi dengan ketulusan. Karya-karya yang lahir dari lomba ini menjadi saksi bahwa menulis bukan hanya aktivitas akademik, tetapi juga sarana ibadah, refleksi diri, serta bentuk pengabdian kepada bangsa dan negara. Dengan capaian prestasi yang diraih, MTsN 3 Pamekasan kembali menegaskan eksistensinya sebagai madrasah yang tidak hanya unggul dalam bidang akademik, tetapi juga aktif dalam pengembangan literasi. Semoga prestasi ini menjadi pemantik semangat bagi seluruh warga madrasah untuk terus menulis, berkarya, dan mengukir prestasi, serta menjadikan literasi sebagai napas dalam setiap langkah pendidikan.