Dalam rangka menyambut Tahun Baru Islam 1 Muharram 1448 Hijriah, MTsN 3 Pamekasan menggelar kegiatan Istighosah Bersama dan Santunan Anak Yatim/Piatu pada Jumat (19/06/2026). Kegiatan yang berlangsung dengan penuh khidmat ini diikuti oleh seluruh keluarga besar MTsN 3 Pamekasan sebagai wujud syukur sekaligus penguatan nilai-nilai keislaman dan kepedulian sosial di lingkungan madrasah.
Kegiatan diawali dengan pembacaan Suratul Fatihah yang dipimpin oleh Wakil Kepala Madrasah Bidang Kesiswaan, Bapak Ruspandi, S.H.I. Suasana religius begitu terasa ketika seluruh peserta mengikuti rangkaian acara dengan penuh kekhusyukan.
Selanjutnya, Kepala MTsN 3 Pamekasan, Bapak Agus Budi Hariyanto, S.Pd., M.Pd., menyampaikan sambutan sekaligus membuka kegiatan secara resmi. Dalam sambutannya, beliau menegaskan bahwa kegiatan istighosah dan santunan anak yatim merupakan salah satu bentuk implementasi penguatan pendidikan karakter, khususnya karakter cinta sesama sebagaimana dianjurkan dalam ajaran Islam.
“Kegiatan ini bukan sekadar agenda seremonial, melainkan bagian dari proses pendidikan karakter bagi seluruh peserta didik agar memiliki kepedulian sosial, rasa empati, dan semangat berbagi kepada sesama,” ujar beliau.
Lebih lanjut, beliau menyampaikan bahwa program santunan anak yatim/piatu ini merupakan bentuk kepedulian dan kebaikan hati donatur utama, Bapak Dr. H. Amril Muhammad, yang merupakan Konsultan Pendidikan sekaligus Sekretaris Jenderal Asosiasi CIBI Nasional. Selama ini beliau secara rutin menjariyahkan sebagian rezekinya untuk membantu anak-anak yatim/piatu di MTsN 3 Pamekasan.
Selain dukungan dari donatur utama, kegiatan santunan ini juga mendapat partisipasi dari seluruh bapak dan ibu guru serta tenaga kependidikan MTsN 3 Pamekasan yang turut menyisihkan sebagian rezekinya untuk mendukung program berbagi kepada anak-anak yatim/piatu.
Berdasarkan laporan Kepala Unit Keagamaan MTsN 3 Pamekasan, tercatat sebanyak 42 siswa yatim/piatu menerima santunan pada kegiatan tersebut. Program ini diharapkan tidak hanya memberikan manfaat secara material kepada para penerima, tetapi juga menjadi media pembelajaran nyata bagi seluruh siswa tentang pentingnya berbagi, peduli, dan menumbuhkan karakter Islami dalam kehidupan sehari-hari.
Pada kesempatan tersebut, Kepala Madrasah juga menyampaikan ucapan terima kasih yang sebesar-besarnya kepada Dr. H. Amril Muhammad atas kepedulian dan donasi yang telah diberikan secara berkelanjutan kepada peserta didik MTsN 3 Pamekasan. Beliau juga mengajak seluruh peserta istighosah untuk mendoakan beliau yang saat ini sedang menjalankan ibadah haji di Tanah Suci.
“Semoga Bapak Dr. H. Amril Muhammad senantiasa diberikan kesehatan, kemudahan, dan kelancaran dalam menjalankan seluruh rangkaian ibadah haji serta kembali ke tanah air dengan predikat haji yang mabrur,” tutur beliau.
Selain itu, beliau juga menyampaikan apresiasi dan terima kasih kepada seluruh guru dan tenaga kependidikan MTsN 3 Pamekasan yang telah berpartisipasi dalam program donasi. Menurutnya, semangat kebersamaan dan kepedulian yang terbangun di lingkungan madrasah merupakan modal penting dalam mewujudkan budaya madrasah yang religius, harmonis, dan penuh keberkahan.
Memasuki acara inti, seluruh peserta mengikuti pembacaan Istighosah Bersama yang dipimpin oleh Bapak Lutfiadi, S.Pd.I. Kegiatan dilanjutkan dengan pembacaan Sholawat Jailani dan doa yang dipimpin oleh Bapak Hamsun, S.Ag. Suasana khusyuk dan penuh harapan mewarnai jalannya istighosah, terlebih karena kegiatan ini bertepatan dengan momentum pergantian tahun baru Islam yang menjadi sarana muhasabah dan peningkatan kualitas ibadah.
Sebagai penutup, dilaksanakan penyerahan santunan kepada 42 siswa yatim/piatu yang dipandu oleh Kepala Unit Keagamaan MTsN 3 Pamekasan, Bapak Akh. Makhfud Junaidi, S.Pd.I. Para penerima santunan tampak bahagia menerima bantuan yang diberikan sebagai bentuk perhatian dan kasih sayang dari keluarga besar MTsN 3 Pamekasan.
Melalui kegiatan ini, MTsN 3 Pamekasan kembali meneguhkan komitmennya sebagai madrasah yang tidak hanya berorientasi pada pengembangan akademik, tetapi juga pembentukan karakter religius, kepedulian sosial, serta penguatan nilai-nilai kemanusiaan. Momentum Tahun Baru Islam 1448 H diharapkan menjadi awal yang baik untuk meningkatkan ketakwaan, mempererat ukhuwah, dan memperbanyak amal kebajikan bagi seluruh warga madrasah.
