Pamekasan_Konferensi PGRI Cabang Khusus Madrasah Kabupaten Pamekasan masa bakti 2025-2030 resmi digelar pada Kamis, 27 November 2025 bertempat di Aula Gusdur Kantor Kementerian Agama Kabupaten Pamekasan. Sejak pagi, suasana aula tampak hidup dengan kehadiran para peserta yang terdiri dari jajaran pengurus PGRI Kabupaten Pamekasan, pengurus PGRI Cabang Khusus Madrasah periode 2020-2025, unsur Pengawas Madrasah, serta delegasi guru dari empat satker MAN, MTsN, MIN, dan IGRA masing-masing sebanyak lima orang. Lima orang guru diantaranya delegasi dari MTsN 3 Pamekasan yaitu, Guntur Ilmiawan, S. Pd mewakili Kepala Madrasah, Haryono, S. Pd, Subairi, S. Hum, Nurul Hikmah, M. Pd, Lutfi Rahman, S. Si dan Edy Wahyudi, S. Pd.

Tepat pukul 08.30 WIB, acara dimulai secara seremonial dengan menyanyikan Lagu Indonesia Raya, dilanjutkan Mars PGRI, serta pembacaan Ikrar Guru yang meneguhkan komitmen pendidik untuk terus mengabdi dan menjaga martabat profesi kependidikan. suasana hening dan khidmat mengawali jalannya konferensi yang menjadi momentum penting bagi perjalanan organisasi profesi guru di lingkungan madrasah ini.
Selanjutnya, sambutan sekaligus pembukaan konferensi disampaikan oleh Kasubag TU Kemenag Pamekasan, Bapak Ilyasak, S.Ag., M.Pd., yang hadir mewakili Kepala Kantor Kementerian Agama Kabupaten Pamekasan. Dalam refleksinya, beliau menegaskan bahwa PGRI bukan sekadar wadah perkumpulan guru, melainkan organisasi profesi yang memiliki peran strategis dalam mendorong kreativitas, profesionalitas, serta upaya peningkatan kesejahteraan guru. Mengaitkan amanah pendidikan masa kini, beliau berpesan agar guru senantiasa menjadi pribadi yang ramah, bukan guru yang mudah marah. Dengan demikian, nilai-nilai cinta yang menjadi ruh Kurikulum Berbasis Cinta dapat terwujud nyata dalam setiap proses pembelajaran di madrasah.
Sambutan berikutnya disampaikan oleh Ketua PGRI Kabupaten Pamekasan, Bapak H. Jamil, M.Pd. Beliau menguraikan secara historis perjalanan PGRI sejak awal berdirinya sebagai organisasi perjuangan hingga kini menjadi mitra strategis pemerintah dalam peningkatan mutu pendidikan. Peran PGRI dalam memperjuangkan profesionalitas dan kesejahteraan guru juga turut menjadi sorotan, termasuk upaya panjang hingga lahirnya Undang-Undang Nomor 14 Tahun 2005 tentang Guru dan Dosen. Undang-undang tersebut menjadi tonggak penting lahirnya Tunjangan Profesi Guru (TPG) yang manfaatnya dapat dirasakan oleh para pendidik sampai hari ini. “Hal ini wajib kita syukuri,” imbuh beliau dengan penuh penegasan.
Acara kemudian ditutup sementara dengan pembacaan doa oleh Bapak Khairu Wasilah, M.Pd., yang hadir mewakili Kasi Penmad. Doa tersebut menjadi pengantar agar konferensi berjalan lancar, penuh keberkahan, dan menghasilkan keputusan terbaik bagi kemajuan guru madrasah di Kabupaten Pamekasan.
Setelah rangkaian acara pembukaan Konferensi PGRI Cabang Khusus Madrasah Kabupaten Pamekasan berlangsung dengan khidmat, kegiatan dilanjutkan pada sesi inti konferensi, yakni sidang-sidang paripurna yang menjadi ruang strategis untuk menentukan arah organisasi lima tahun ke depan. Seluruh delegasi dari empat satker MAN, MTsN, MIN, dan IGRA bersama para pengurus dan tamu undangan kembali memasuki ruangan dengan penuh keseriusan untuk mengikuti tahapan konferensi sesuai agenda yang telah ditetapkan.
Rapat Paripurna I dibuka dengan pengesahan acara Konferensi Cabang Khusus Madrasah dan pembacaan Tata Tertib Persidangan. Sidang dipimpin oleh Ibu Hanawiyatul Laily, S.Pd.I yang ditunjuk sebagai pimpinan sidang pertama. Dengan penuh ketegasan namun tetap komunikatif, beliau memandu proses verifikasi agenda serta memastikan seluruh peserta memahami mekanisme persidangan. Pembacaan tata tertib berlangsung runtut dan jelas, mulai dari ketentuan hak bicara, alur penyampaian pandangan umum, hingga mekanisme pengambilan keputusan. Setelah dilakukan penyepakatan bersama, seluruh peserta sidang secara resmi mengesahkan agenda dan tata tertib sebagai pedoman sah jalannya konferensi. Suasana rapat paripurna pertama berjalan tertib, mencerminkan kedewasaan organisasi dalam menjunjung prinsip musyawarah.
Memasuki Rapat Paripurna II, pimpinan sidang menyerahkan kendali kepada struktur organisasi periode sebelumnya untuk menyampaikan Laporan Pertanggungjawaban (LPJ). Bapak Edi Purnomo, S.Pd., selaku ketua PGRI Cabang Khusus Madrasah masa bakti 2020-2025, tampil menyampaikan laporan secara lengkap, runtut, dan komprehensif. Beliau menguraikan capaian program kerja, dinamika organisasi, penguatan profesionalitas guru, menjalin kemitraan strategis dengan berbagai pihak, hingga upaya peningkatan kualitas layanan organisasi. Setelah laporan dipaparkan, peserta sidang diberi kesempatan menyampaikan pandangan umum. Perwakilan masing-masing satker menyampaikan apresiasi atas dedikasi kepengurusan sebelumnya, sekaligus memberi catatan konstruktif untuk kemajuan organisasi ke depan. Setelah seluruh pandangan umum terakomodasi, pimpinan sidang mengesahkan Laporan Pertanggungjawaban tersebut secara mufakat. Hal ini menandai berakhirnya masa bakti pengurus lama dengan penuh penghargaan dan rasa syukur.
Tahapan berikutnya memasuki Rapat Paripurna III, yang menjadi momen paling dinanti oleh seluruh peserta konferensi, pembentukan tim formatur dan pemilihan ketua untuk masa bakti 2025-2030. Sidang dipimpin oleh Bapak H. Jamil, M.Pd., Ketua PGRI Kabupaten Pamekasan, yang memandu jalannya proses dengan suasana hangat namun tetap penuh wibawa. Setelah melalui musyawarah dan pertimbangan bersama, pemilihan ketua dilakukan secara terbuka dan demokratis. Dalam suasana penuh kebersamaan tersebut, nama Bapak Edi Purnomo, S.Pd. kembali muncul sebagai sosok yang dipercaya untuk memimpin organisasi lima tahun ke depan. Melalui keputusan aklamasi, beliau resmi terpilih sebagai Ketua PGRI Cabang Khusus Madrasah Kabupaten Pamekasan masa bakti 2025-2030.

Setelah ketua terpilih ditetapkan, pembentukan kepengurusan selanjutnya dipasrahkan kepada ketua dan tim formatur. Proses penyusunan struktur berjalan lancar, mencerminkan semangat kebersamaan dan pengabdian para guru madrasah. Tidak berselang lama, prosesi pelantikan dan pengukuhan pun dilaksanakan secara khidmat. Para pengurus berdiri tegap mengucap komitmen untuk menjalankan amanah organisasi dengan penuh tanggung jawab. Ucapan selamat mengalir dari seluruh peserta sidang yang hadir, menandai awal perjalanan baru bagi PGRI Cabang Khusus Madrasah. Acara ditutup dengan doa Kafaratul Majlis dan dilanjutkan dengan sesi foto bersama sebagai simbol kebersamaan dan semangat baru membawa organisasi menuju masa depan yang lebih kuat dan bermartabat.[Sbr