PEMBINAAN ASN MTsN 3 PAMEKASAN : TRANSFORMASI MENUJU MADRASAH UNGGUL BERBASIS INTEGRITAS, DISIPLIN DAN KOLABORASI

Pamekasan_MTsN 3 Pamekasan menggelar kegiatan pembinaan Aparatur Sipil Negara (ASN) yang dihadiri langsung oleh Kepala Kantor Wilayah Kementerian Agama Provinsi Jawa Timur Bapak Dr. H. Akhmad Sruji Bahtiar, M.Pd.I didampingi Kepala Kantor Kemenag Pamekasan Bapak Dr. H. Mawardi, M.HI., pada hari Senin, 2 Februari 2026. Kegiatan ini berlangsung di Aula Madrasah mulai pukul 12.00 WIB hingga 14.30 WIB dan diikuti oleh seluruh ASN MTsN 3 Pamekasan dan tamu undangan lainnya dengan penuh antusias.

Kegiatan pembinaan ini mengusung tema “Transformasi ASN MTsN 3 Pamekasan Menuju Madrasah Unggul melalui Integritas, Disiplin, dan Kolaborasi”. Tema tersebut dipilih sebagai refleksi atas kebutuhan madrasah untuk terus beradaptasi dan bertransformasi dalam menghadapi tantangan dunia pendidikan yang semakin dinamis, sekaligus meneguhkan peran strategis ASN sebagai penggerak utama peningkatan mutu layanan pendidikan.

Acara diawali dengan ucapan selamat datang dan sambutan hangat dari Kepala MTsN 3 Pamekasan, Bapak Agus Budi Hariyanto, S.Pd., M.Pd. Dalam sambutannya, beliau menyampaikan rasa syukur dan kebanggaan atas kehadiran Kepala Kanwil Kemenag Provinsi Jawa Timur beserta rombongan di MTsN 3 Pamekasan.

“Merupakan suatu kehormatan dan kebahagiaan bagi kami, keluarga besar MTsN 3 Pamekasan, dapat menerima kunjungan sekaligus pembinaan langsung dari Bapak Kepala Kantor Wilayah Kementerian Agama Provinsi Jawa Timur. Kehadiran Bapak menjadi motivasi besar bagi kami untuk terus berbenah dan meningkatkan kualitas diri sebagai ASN dan pendidik,” ujar beliau.

Lebih lanjut, Bapak Agus Budi Hariyanto menegaskan bahwa MTsN 3 Pamekasan berkomitmen untuk terus mendorong transformasi madrasah yang tidak hanya unggul dalam prestasi akademik, tetapi juga kuat dalam karakter, budaya kerja, dan pelayanan publik. Ia berharap melalui pembinaan ini, seluruh ASN semakin memahami peran dan tanggung jawabnya, serta mampu mengimplementasikan nilai-nilai integritas, disiplin, dan kolaborasi dalam setiap pelaksanaan tugas.

Memasuki sesi pembinaan, Kepala Kantor Wilayah Kementerian Agama Provinsi Jawa Timur menyampaikan arahan strategis yang menekankan pentingnya transformasi mindset dan budaya kerja ASN di lingkungan madrasah. Dalam pemaparannya, beliau menegaskan bahwa madrasah unggul tidak hanya dibangun oleh sarana dan prasarana yang memadai, tetapi terutama oleh kualitas sumber daya manusia yang berintegritas, disiplin, dan mampu bekerja sama secara sinergis.

“Integritas adalah fondasi utama ASN. Tanpa integritas, profesionalisme akan kehilangan makna. Disiplin merupakan cerminan tanggung jawab, sementara kolaborasi adalah kunci keberhasilan organisasi di era saat ini,” tegas beliau di hadapan peserta pembinaan.

Lebih lanjut, beliau menegaskan bahwa ikhtiar manusia tidak cukup hanya dengan kerja keras, tetapi harus ditopang oleh dua kunci utama. Pertama, dekatlah kepada yang kuasa, yakni membangun relasi yang baik dengan sesama manusia yang diberi amanah dan kewenangan. ASN dituntut menjunjung etika, komunikasi, loyalitas yang benar, serta kerja sama yang harmonis dalam struktur organisasi, tanpa mengorbankan integritas dan nilai kejujuran.

Kedua, dekatlah kepada Yang Maha Kuasa, yaitu memperkuat hubungan spiritual dengan Allah SWT. Kedekatan ini diwujudkan melalui keikhlasan, doa, ibadah yang istiqamah, dan ketergantungan hati kepada-Nya. Dengan keseimbangan ikhtiar lahir dan batin inilah, setiap usaha akan bernilai ibadah dan berbuah keberkahan.

Dalam suasana yang komunikatif dan penuh keakraban, Bapak Kepala Kanwil  juga mengingatkan  pentingnya kesadaran intelektual dan spiritual dalam perjalanan keilmuan dan pengabdian. Beliau menyampaikan bahwa manusia, jika ditinjau dari sudut pandang ilmu dan kesadaran diri, dapat dikelompokkan ke dalam empat golongan utama.

Pertama, Rajulun Yadri wa Yadri Annahu Yadri, yaitu orang yang tahu dan menyadari bahwa dirinya tahu. Inilah golongan ideal dalam dunia pendidikan dan birokrasi. Mereka memiliki ilmu, memahami kapasitas dirinya, dan menggunakan pengetahuannya secara bijaksana. Orang dalam kelompok ini terbuka terhadap dialog, rendah hati meski berilmu, serta mampu menjadi teladan dan pembimbing bagi orang lain. ASN yang berada pada posisi ini akan bekerja profesional, penuh tanggung jawab, dan berorientasi pada kemaslahatan.

Kedua, Rajulun Yadri La Yadri Annahu Yadri, yakni orang yang tahu, tetapi tidak tahu bahwa dirinya tahu. Mereka sebenarnya memiliki potensi dan pengetahuan, namun kurang percaya diri atau tidak menyadari kelebihan yang dimilikinya. Golongan ini membutuhkan dorongan, motivasi, dan pembinaan agar potensi keilmuannya muncul ke permukaan dan memberi manfaat yang lebih luas.

Ketiga, Rajulun La Yadri Wa Yadri Annahu La Yadri, yaitu orang yang tidak tahu, tetapi sadar bahwa dirinya tidak tahu. Menurut beliau, kelompok ini justru memiliki peluang besar untuk berkembang, karena kesadaran akan keterbatasan diri melahirkan sikap rendah hati dan semangat belajar. Orang-orang dalam kelompok ini siap dibimbing dan tidak malu untuk bertanya.

Keempat, Rajulun La Yadri La Yadri Annahu La Yadri, yakni orang yang tidak tahu dan tidak menyadari bahwa dirinya tidak tahu. Inilah golongan yang paling berbahaya, karena merasa benar sendiri, menutup diri dari nasihat, dan sulit menerima kebenaran. Kepala Kanwil menekankan agar ASN senantiasa melakukan muhasabah, agar tidak terjebak dalam kelompok terakhir, melainkan terus meningkatkan ilmu, kesadaran diri, dan integrha pengabdian. Kegiatan pembinaan ASN di MTsN 3 Pamekasan berlangsung dengan khidmat dan penuh makna.

Acara ditutup dengan sesi dialog yang hangat antara narasumber dan perwakilan ASN, menjadi ruang refleksi sekaligus penguatan komitmen pengabdian. Setelah itu, kegiatan dilanjutkan dengan pembacaan doa sebagai ungkapan syukur dan harapan akan keberkahan dalam menjalankan tugas dipimpin oleh RK. Abdul Majid Ahmad Madani pengasuh Pondok Pesantren Sumber Bungur.  Suasana kebersamaan semakin terasa saat seluruh peserta mengikuti sesi foto bersama sebagai penanda kebersamaan dan kenangan berharga.

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

1  +  4  =