CEGAH BULLYING, MA’HAD AL-MADANI MTsN 3 PAMEKASAN BERSINERGI DENGAN KANIT BINMAS POLSEK PAKONG

Pamekasan – Dalam upaya menciptakan lingkungan pendidikan yang aman, nyaman, dan bebas dari praktik perundungan (bullying), Ma’had Al-Madani MTsN 3 Pamekasan menjalin sinergi dengan Kepolisian Sektor Pakong melalui kegiatan pembinaan bertema Pencegahan Perilaku Bullying di Lingkungan Pendidikan. Kegiatan tersebut dilaksanakan pada Kamis, 30 Juli 2026 mulai pukul 14.00 hingga pukul 16.00 Wib bertempat  di Mushalla MTsN 3 Pamekasan dan diikuti dengan penuh antusias oleh sekitar 220 santri Ma’had Al-Madani.

Pembinaan disampaikan langsung oleh Aiptu Imam Munandar, selaku Kanit Binmas Polsek Pakong. Dalam pemaparannya, beliau menjelaskan secara komprehensif mengenai fenomena bullying yang masih menjadi tantangan di dunia pendidikan. Materi disampaikan secara komunikatif sehingga mudah dipahami oleh para santri, mulai dari pengertian bullying, berbagai bentuk dan jenis-jenisnya, faktor-faktor yang menyebabkan terjadinya bullying, dampak negatif yang ditimbulkan, hingga langkah-langkah pencegahan yang dapat dilakukan oleh seluruh warga sekolah maupun lingkungan Ma’had.

Aiptu Imam Munandar, yang akrab disapa Pak Imam, menegaskan bahwa bullying bukanlah sekadar candaan atau perilaku yang dianggap biasa di kalangan pelajar. Menurutnya, tindakan tersebut dapat menimbulkan luka fisik maupun psikis yang berdampak panjang terhadap korban. Ia juga mengingatkan bahwa beberapa bentuk bullying dapat berimplikasi pada persoalan hukum apabila mengandung unsur kekerasan, pengancaman, maupun perundungan yang merugikan orang lain.

Melalui penyampaian materi yang diselingi contoh-contoh kasus dalam kehidupan sehari-hari, para santri diajak untuk membangun sikap saling menghormati, menghargai perbedaan, serta mengembangkan budaya saling peduli di lingkungan Ma’had. Suasana pembinaan berlangsung khidmat, interaktif, dan penuh perhatian. Para santri tampak serius mengikuti setiap materi yang disampaikan sebagai bekal dalam membangun karakter yang berakhlakul karimah.

Kepala MTsN 3 Pamekasan, Agus Budi Hariyanto, S.Pd., M.Pd., dalam sambutannya menyampaikan apresiasi dan ucapan terima kasih kepada Kapolsek Pakong beserta jajaran, khususnya Kanit Binmas Polsek Pakong, yang telah berkenan memenuhi permohonan MTsN 3 Pamekasan untuk menjadi narasumber dalam kegiatan pembinaan santri.

“Kami menyampaikan terima kasih yang sebesar-besarnya kepada Kapolsek Pakong yang telah mengabulkan permohonan kami sehingga kegiatan pembinaan ini dapat terlaksana dengan baik. Semoga sinergi antara MTsN 3 Pamekasan, khususnya Ma’had Al-Madani, dengan Polsek Pakong dapat terus terjalin secara berkelanjutan dalam rangka membina karakter, kedisiplinan, dan kesadaran hukum para santri,” ungkapnya.

Sementara itu, Kepala Ma’had Al-Madani MTsN 3 Pamekasan, Subairi, S.Hum., menegaskan bahwa fenomena perundungan dan kekerasan antarpelajar merupakan persoalan yang harus menjadi perhatian bersama seluruh elemen pendidikan. Menurutnya, pembentukan karakter peserta didik tidak cukup hanya melalui proses pembelajaran di kelas, tetapi juga memerlukan kolaborasi dengan berbagai pihak, termasuk aparat penegak hukum.

“Fenomena bullying dan kekerasan antarpelajar memerlukan langkah pembinaan yang terpadu. Sebagai lembaga pendidikan berbasis keagamaan, Ma’had Al-Madani MTsN 3 Pamekasan berkomitmen membentuk santri yang berakhlakul karimah, disiplin, bertanggung jawab, serta memiliki kesadaran hukum sejak dini. Oleh karena itu, kami memandang penting menghadirkan narasumber dari Kepolisian Republik Indonesia agar santri memperoleh pemahaman yang benar mengenai dampak hukum, sosial, dan psikologis dari perilaku menyimpang. Harapannya, para santri mampu menjadi pelajar yang tertib, santun, saling menghargai, dan bertanggung jawab dalam setiap tindakan,” jelasnya.

Lebih lanjut, ia berharap kegiatan pembinaan seperti ini dapat menjadi agenda rutin sebagai bagian dari penguatan pendidikan karakter di lingkungan Ma’had Al-Madani. Sinergi antara lembaga pendidikan dan kepolisian dinilai menjadi langkah strategis dalam membangun budaya sekolah yang aman, damai, dan bebas dari segala bentuk kekerasan maupun perundungan.

Sebagai penutup, seluruh santri Ma’had Al-Madani MTsN 3 Pamekasan bersama-sama membacakan Ikrar Anti Bullying yang dipandu oleh salah satu perwakilan santri. Dengan penuh semangat, para santri menyatakan komitmen untuk menolak segala bentuk bullying, menghormati sesama, menjaga persaudaraan, serta menciptakan lingkungan Ma’had yang aman, nyaman, dan penuh kasih sayang. Melalui kegiatan pembinaan ini diharapkan tumbuh kesadaran kolektif bahwa pencegahan bullying bukan hanya menjadi tanggung jawab guru ataupun pihak kepolisian, melainkan menjadi kewajiban seluruh warga pendidikan. Dengan memperkuat kolaborasi antara madrasah, Ma’had, orang tua, dan aparat kepolisian, MTsN 3 Pamekasan optimistis dapat mewujudkan lingkungan pendidikan yang kondusif, religius, serta melahirkan generasi muda yang berkarakter mulia, berintegritas, dan mampu menjadi teladan di tengah masyarakat.

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

  +  2  =  8