Category Archive Mitra

ByLutfi Rahman

BAKTI SOSIAL DI BUKIT BRUKOH

Sejak tahun 2016, MTsN 3 Pamekasan telah menetapkan diri sebagai Madrasah Edukotorism. Yaitu Madrasah yang bukan hanya sebagai sentra kegiatan belajar-mengajar seperti yang lazim kita pahami selama ini, tetapi Madrasah yang bukan hanya sebagai pusat edukasi, melainkan juga sebagai pusat pelestarian ekologi  serta menjadi tourism destination. Untuk itu banyak hal yang telah ditempuh dan dilaksanakan mulai dari sekedar berbenah menjadi memiliki. Dari hanya sekedar menerapkan berubah menjadi sebuah budaya.

Bakti Sosial di Bukit Brukoh

Sejak dicetuskan oleh Kepala Madrasah, program Madrasah Edukotorism telah merubah wajah MTsN 3 Pamekasan. Hal ini bisa  dilihat dari keberadaan Madrasah yang sekarang menjadi lebih sejuk, bersih, rapi, teratur dan tersedianya fasilitas belajar yang cukup. Bukan hanya dari segi fisik, yang tak kalah penting untuk disampaikan adalah keberhasilan Madrasah dalam mengarahkan para peserta didik untuk lebih mencintai lingkungan.  Mereka sudah lebih sadar untuk tidak membuang sampah sembarangan serta merawat ekologi makhluk hidup yang ada di lingkungan madrasah.

Selain pengembangan secara internal, Madrasah juga telah membuat MOU dengan masyarakat sekitar untuk menunjang terciptanya Madrasah Edukotorism. Salah satu wujud kerjasama tersebut adalah dengan masyarakat Desa Bajang, Kec. Pakong Pamekasan. Di Desa Bajang terdapat destinasi wisata yang sudah cukup terkenal, yaitu Bukit Brukoh atau lazim disebut Brukoh Hill.

Ritual sebelum kegiatan Bakti Sosial dilaksanakan

Di hari Jum’at 27 Juli 2018, MTsN 3 Pamekasan melaksanakan Bakti Sosial di Bukit Brukoh. Beberapa guru dan peserta didik ikut serta dalam acara tersebut.  rombongan MTsN 3 Pamekasan diterima langsung oleh Kepala Desa Bajang, Bapak Mukri. Adapun kegiatan yang dialkukan selama disana adalah bersih-bersih area wisata, serta pemasangan papan nama MTsN 3 Pamekasan sebagai mitra Bukit Brukoh. Hal ini sejalan dengan salah satu program dalam Madrasah Edukotorism, dimana Bukit Brukoh dimasukkan sebagai salah satu arah pengembangan Madrasah sebaga tujuan tourism. Kerjasama ini tentunya membantu kedua pihak. Sehingga terwujud rasa saling memiliki dan ikut melestarikan kearifan budaya lokal yang telah ada dalam masyarakat.

Pemasangan papan Nama

ByLutfi Rahman

SELAMAT HUT KE 19 RADAR MADURA

Selamat dan Dirgahayu untuk Radar Madura yang telah 19 tahun menjadi bagian tak terpisahkan dari sejarah dan momen-momen penting masyarakat Madura. usia 19 tahun adalah suatu pencapaian yang bagus ditengah gencarnya pemberitaan online dewasa ini. Eksistensi ini membuktikan bahwa  Radar Madura masih sangat dibutuhkan masyarakat Madura dalam menyampaikan aspirasi sekaligus menjadi media utama penyedia informasi yang terpercaya, jujur dan amanah. Perbedaan media cetak dengan pemberitaan online adalah dalam hal originalitas dan integritas berita yang disampaikan. Seorang wartawan atau pencari berita dari surat kabar resmi semacam Radar Madura hanya akan menyajikan berita dan informasi yang dapat dipertanggungjawabkan kebenaran. Bukan berita hoax ataupun hanya opini semata.

Radar Madura merupakan salah satu mitra setia MTsN 3 Pamekasan dalam hal penyampaian informasi faktual tentang lembaga pendidikan ini kepada masyarakat Pamekasan khususnya serta masyarakat Madura secara umum. Kerjasama yang terjalin selama ini merupakan wujud iktikad baik kedua lembaga untuk meningkatkan pengetahuan masyarakat Pamekasan khususnya, serta memotivasi perbaikan-perbaikan kedepannya. Untuk itulah sebagai wujud dan penghargaan atas kerjasama yang terjalin secara harmonis, pada hari yang berbahagia ini, MTsN 3 Pamekasan mengucapkan selamat Hari Ulang Tahun Radar Madura yang ke 19, semoga semakin jaya dan tetap menjadi sumber berita yang memiliki integritas,berkualitas dan amanah.

Delegasi MTsN 3 Pamekasan saat menyerahkan Tali Asih dan diterima langsung oleh Kepala JPRM Biro Pamekasan

Sebagai wujud kebanggaan, MTsN 3 Pamekasan melalui perwakilannya menyerahkan kue tart yang diterima langsung oleh kepala Jawa Pos Radar Madura Biro Kabupaten Pamekasan yaitu Ibu Sari Purwati. Harapan kita semua agar kedepannya, Radar Madura dapat tetap memegang amanah untuk menyampaikan informasi yang dapat meningkatkan kecerdasan berpikir dan membuka cakrawala pengetahuan masyarakat Madura, terutama masyarakat Pamekasan.

ByLutfi Rahman

MENTELADANI AKHLAQ NABI MUHAMMAD SAW DALAM MEMBANGUN KARAKTER BANGSA

Bulan Rabiul Awal dalam kalender Hijriah atau bulan Maulid begitu orang Madura menyebutnya, merupakan salah satu bulan yang istimewa bagi masyarakat Madura. Di bulan ini, sebagian besar masyarakat Madura melaksanakan peringatan kelahiran junjungan Nabi Besar Muhammad SAW. Bagi masyarakat Madura, peringatan ini merupakan wujud syukur kehadirat Allah SWT karena telah mengutus Nabi terbaik dari seluruh makhluk, Nabi Muhammad SAW.

Sambutan sekaligus prakata dari Kepala MTsN 3 Pamekasan

Madrasah Negeri 3 Pamekasan beserta seluruh civitas didalamya, pada tanggal 30 November 2017, bertempat di Masjid Ponpes Sumber Bungur Pakong, ikut melaksanakan peri ngatan kelahiran Nabi Muhammad SAW. Sekitar lebih dari 1200 peserta didik MTsN 3 Pamekasan, beserta para guru dan petugas TU ikut meramaikan kegiatan yang diisi dengan penyampaian tausiah oleh KH. Alawi Faqih.

Banyak hal yang disampaikan dalam tausiah tersebut, terutama bagaimana kemuliaan sosok Nabi Muhammad SAW dalam tingkah lau dan perkataan beliau sehari-hari, sehingga sudah sepatutnya jika sosok yang semestinya kita teladani, kita panuti,dan layak kita tiru adalah sosok Nabi Muhammad Saw. Adanya degradasi moral akhir-akhir ini salah satu penyebabnya adalah,  para pelaku kegiatan amoral tersebut tidak memiliki sosok yang bisa mereka teladani.  Hati dan jiwa mereka seakan-akan disekat oleh tembok dosa yang menghalangi nur kasih sayang dan kebaikan Baginda Rasul, Muhammad SAW.

Peringatan Maulid Nabi Muhammad SAW kali ini, dijadikan cara dalam menggali potensi-potensi kebaikan universal yang dapat diterapkan pada kehidupan nyata. Hal ini sangat penting agar nilai-nilai luhur bangsa yang sebenarnya berakar pada nilai-nilai agama dapat menjadi kekuatan bangsa ini dalam membentengi diri terhadap pengaruh buruk atau dampak negatif era globalisasi.

Peringatan Maulid Nabi Muhammad s a w tahun ini, merupakan wujud kerjasama MTsN 3 Pamekasan dengan teman-teman mahasiswa STAIN Pamekasan yang sedang melaksanakan PPL dan magang. Kegiatan ini sekaligus menutup kegiatan PPL dan Magang yang telah mereka laksanakan selama 40 hari. Tentunya banyak hal yang telah teman-teman mahasiswa dapat selama kegiatan PPL dan Magang, baik yang menyedihkan atau yang menyenangkan. Semoga apa yang mereka dapat dari MTsN 3 Pamekasan menambah khazanah keilmuan mereka sehingga lebih percaya diri dalam menyelesaikan studi mereka nantinya. Kami, mewakili Keluarag Besar menyatakan selamat dan sukses bagi teman-teman mahasiswa yang telah berperan aktif dalam perayaan Maulid Nabi Muhammad swt  kali ini serta selama 40 hari bekerjasama  baik dengan madrasah. Tak lupa juga kami atas nama MTsN 3 Pamekasan mengucapkan maaf yang sebesar-besarnya pada para mahasiswa  yang terlibat dalam kegiatan PPL dan magang jikalau terdapat kekeliruan selama ini.

ByLutfi Rahman

SAMBUT TAHUN BARU ISLAM 1439 H DENGAN BERBAGI KEBAHAGIAAN (Subairi,S.hum)

Dalam memperingati Tahun Baru Islam, keluarga besar MTsN 3 Pamekasan menggelar kegiatan Bakti Sosial. Kegiatan yang dimotori bidang keagamaan MTsN 3 Pamekasan ini sepenuhnya di back up oleh pengurus OSIS. Wujud kepedulian sosial ini berupa penyaluran bantuan beras dan bahan pokok lainnya kepada warga kurang mampu di sekitar lingkungan madrasah. Sementara itu, para peserta didik kelas khusus 8 PDCI , bersama dengan guru pengajar dan koordinator program kelas PDCI memiliki bentuk kegiatan yang berbeda.

Para peserta didik kelas 8 PDCI 1 berinisiatif menyumbangkan puluhan sepatu dan tas layak pakai kepada para peserta didik yang kurang mampu di MTs Riyadul Ulum Desa Bicorong, sebuah lembaga pendidikan swadaya yang terletak tidak jauh dari MTsN 3 Pamekasan. Ide menyumbangkan sepatu dan tas layak pakai tersebut sebenarnya timbul dari pemikiran para peserta didik kelas 8 PDCI 1 yang ingin melatih kepekaan sosial mereka terhadap lingkungan dimana mereka tinggal.  Dengan demikian mereka berharap agar apa yang mereka berikan saat ini dapat memberi manfaat yang baik bagi diri mereka sendiri dan lingkungan.

Bapak Saleh Hasin, S.Ag selaku koordinator pengelola kelas PDCI sangat mendukung kemauan para peserta didiknya. Bentuk dukungan tersebut nampak nyata terlihat manakala beliau juga ikut serta dalam kegiatan Bakti Sosial tersebut. Tanggapan Bapak Hasin, demikian beliau biasa dipanggil dalam kesehariannya adalah, para peserta didik di kelas 8 PDCI 1 telah membuktikan bahwa mereka mampu mengimplementasikan semangat Kompetensi Sosial pada KI-2 Kurikulum 2013. Hal ini merupakan sebuah langkah yang positif dan patut diteladani dan perlu dikembangkan kedepannya.

Sementara itu, Bapak Muhammad Furqan Azizi, S.Pd sebagai Kepala MTs Riyadul Ulum menyampaikan rasa terima kasih yang mendalam atas kunjungan serta penyaluran bantuan bagi putra-putri beliau di lembaga yang dipimpinnya. Ini sungguh diluar dugaan, bahwasanya para peserta didik yang merupakan kelas ekslusif ini ternyata memiliki kepekaan dan jiwa sosial yang tinggi. Memang sebaiknya jiwa sosial dan kepekaan sosial perlu dutanamkan sejak dini. Beliau juga sangat mengharap apabila di kemuadian hari, ada kegiatan serupa, maka sebaiknya penyaluran bantuan itu bukan hanya berupa bantuan materiil. Bisa juga saling berbagi pengalaman belajar, berbagi ilmu pengetahuan serta saling memberikan support dan semangat agar sebagai generasi muda ini tidak mudah menyerah dan selalu belajar untuk menjadi lebih baik.

Usai acara ramah-tamah, Bapak Furqan mempersilahkan kepada ananda Syamsul  Arifin, peraih medali perunggu di ajang matematika internasional untuk sharing pengalamannya dalam mengikuti berbagai lomba, hingga akhirnya mampu pergi ke Singapura. Ternyata para peserta didik di MTs Riyadul Ulum ini sangat antusias mendengarkan apa yang disampaikan oleh ananda Samsul.  Dalam narasinya, ananda Samsul berpesan agar dekatlah dengan ilmu pengetahuan yang kalian gemari, niscaya ilmu itu akan selalu bersamamu. Tapi, jika kalian menjauh, maka ilmu itu akan menghindar dari diri kalian.

Bermanfaat, itulah kata terakhir  yang menjadi harapan kita semua agar apa yang telah dilaksanakan dalam kegiatan Bakti Sosial ini benar-benar mampu membuka kepekaan sosial para peserta didik MTsN 3 Pamekasan. Tentunya, kegiatan seperti  ini kita harapkan dapat berlangsung  secara kontinyu ke depannya.

ByLutfi Rahman

SEMARAK HARI BUMI

Memperingati Hari Bumi tanggal 22 April 2017, MTsN 3 Pamekasan (Sumber Bungur) mengadakan rangkaian kegiatan, berupa:

  1. Aksi Hibah pohon untuk MTsN 3 Pamekasan (Sumber Bungur)
  2. Aksi bersih-bersih lingkungan Madrasah
  3. Pekan bazar kuliner tradisional tanpa 6 P (Pemanis, Perasa, Pewarna, Pengawet, Pengenyal dan Pembungkus Plastik)
  4. Unjuk Karya Puisi dan Artikel bertema Lingkungan oleh Peserta didik
  5. Aksi cabut paku pada pohon
  6. Aksi bersih-bersih sampah sepanjang jalan Pasar Pakong bersama Instansi terkait

Kegiatan yang dimulai sejak awal bulan April ini dimulai dengan penghibahan beberapa tanaman hias, obat dan tanaman langka oleh masyarakat sekitar Madrasah. Alhamdulillah dari aksi Hibah Pohon tersebut, banyak jenis pohon yang diperoleh oleh Madrasah. Hal ini menunjukkan bahwa, sebagian besar Masyarakat di sekitar madrasah tergugah dengan keseriusan MTsN 3 Pamekasan (Sumber Bungur) dalam menjaga kelestarian lingkungan. Mereka dengan suka rela menyerahkan pohon-pohon tersebut ke Madrasah.

Tim Adiwiyata MTsN 3 Pamekasan dalam aksi Hibah Tanaman Ke Madrasah

Pada hari Sabtu, tanggal 15 April yang lalu, MTsN 3 Pamekasan (Sumber Bungur), melaksanaka aksi bersih-bersih lingkungan Madrasah. Ternyata hal ini sejalan dengan himbauan dari Bupati Pamekasan yang menghimbau agar pada hari Sabtu dan Minggu, 15-16 April semua lembaga di Kabupaten Pamekasan melaksanakan aksi Bersih Lingkungan dan Bersih Daerah Aliran Sungai (DAS).

Tanggal 21 April 2017, di lingkungan Madrasah diselenggarakan Festival dan Bazar Kuliner Tradisional serta Aksi Unjuk Prestasi baca Puisi dan Membuat artikel dengan tema Lingkungan. Kegiatan ini diikuti oleh seluruh peserta didik di lingkungan Madrasah. Setiap kelas mengirimkan delegasinya untuk berpartisipasi dalam festival kuliner, baca puisi dan pembuatan artikel. Tujuan dari festival kuliner ini adalah untuk melestarikan jajanan ataupun makanan tradisional yang ada di masyarakat kita. Karena, seperti yang kita ketahui, makanan tradisional semakin hari, semakin tergerus oleh makanan dan jajanan modern. Kalau kita teliti, makanan tradisional yang sudah ada di lingkungan kita, ternyata jauh lebih aman untuk dikonsumsi. Makanan dan jajanan tradisional ini jelas telah bebas dari 6 P. Tidak demikian dengan makanan atau jajanan modern yang hanya menang di bentuk tampilan, promosi dan rasa. Namaun perlu di sadari bahwa kandungan dari makanan atau jajanan modern ini lebih banyak yang telah mengandung 6P, sehingga jika dikonsumsi dalam waktu yang lama akan berdampak menggerogoti kesehatan kita.

Pada tanggal 22 April, yang merupakan puncak kegiatan Peringatan Hari Bumi tahun ini diisi dengan aksi bersih-bersih dari area Pasar Pakong, Puskesmas Pakong hingga ke lingkungan Madrasah. Kegiatan kali ini dilaksanakan bekerjasama  dengan Kepolisian Sektor Pakong, Rayon Militer Kecamatan Pakong, Tagana Kecamatan Pakong serta Perangkat Desa Kecamatan Pakong. Alhamdulillah kegiatan tersebut disambut dengan sangat antusias oleh masyarakat yang sedang berada di lokasi kegiatan. Sehingga banyak dari mereka yang menunjukkan simpatinya dengan ikut serta terjun untuk membantu kegiatan bersih-bersih ini.

Peserta Puisi

Jajanan tradisional

Seperti dikutip dari Suara Jatim Post, Sabtu 22 April 2017, Aksi Giat Bersih dihadiri oleh Serma Moh. Saleh (Batikompos Koramil Pakong), Suyono (Kanit Provost Polsek Pakong) Moh. Gufron (Koordinator Tagana Pamekasan). Pada kesempatan ini, Moh Gufron mengatakan bahwa kegiatan semacam ini merupakan momen positif dalam menyambut dan memperingati Hari Bumi, kegiatan ini sangat mendidik bagi para peserta didik dan menginspirasi masyarakat sekitar agar lebih mencintai lingkungan dengan senantiasa menjaga kelestarian dan kebersihannya.

Dengan aksi ini terbukti membentuk suatu ikatan yang kuat antar elemen yang ada di kecamatan Pakong. Polsek, Koramil, Aparat Desa, Dinas Kesehatan Kecamatan Pakong serta Masyarakat untuk selalu menjaga kebersihan lingkungan. Sehingga kedepannya, insyaallah Kecamatan Pakong akan bebas banjir. Pesan utama yang ingin disampaikan  dengan kegiatan ini adalah menumbuhkan kesadaran untuk menjaga lingkungan sejak dini, serta menggugah masyarakat untuk lebih memperhatikan kebersihan lingkungan dengan tidak membiarkan lingkungannya menjadi kotor, gersang dan tidak asri.

Secara keseluruhan, rangkaian kegiatan dalam rangka memperingati Hari Bumi tahun ini berjalan lancar bahkan melampaui ekspetasi sebelumnya. Hal ini bisa terukur dengan banyaknya masyarakat yang menghibahkan tanamannya ke Madrasah serta antusias mereka ketika Aksi Bersih. Terima kasih disampaikan kepada seluruh civitas MTs Negeri 3 Pamekasan (Sumber Bungur), Forpimka  Kecamatan Pakong serta Tagana Pamekasan atas seluruh keikhlasannya dalam mensukseskan kegiatan tahun ini. Semoga niat baik kita bersama dapat terimplementasikan dalam bentuk aksi nyata dari kita sendiri dan masyarakat nantinya dalam menjaga kebersihan dan kelestarian lingkungan. Sukses selalu Madrasahku, MTs Negeri 3 Pamekasan.

 

ByLutfi Rahman

SOSIALISASI GERAKAN (SPAK) DHARMA WANITA PERSATUAN MTsN SUMBER BUNGUR PAMEKASAN

SPAK adalah singkatan dari Saya Perempuan Anti Korupsi, merupakan sebuah gerakan yang dilahirkan dari sebuah keprihatinan. Dikatakan demikian karena dari masa Orde Lama berkuasa hingga pada saat masa Reformasi seperti sekarang, Indonesia masih dikenal sebagai salah satu Negara terkorup di dunia. Padahal di era yang menuntut adanya perubahan agar segala sesuatu menjadi lebih transparan dan terbuka, malah laju pelanggaran di bidang tindak pidana korupsi tidak semakin berkurang. KPK yang merupakan lembaga yang diberi wewenang untuk memberantas Korupsi di negeri ini telah mencurahkan segala upaya dalam menindak pelanggaran tersebut, namun semakin banyak kasus yang diungkap oleh KPK semakin banyak pula kasus-kasus korupsi baru yang muncul.

SPAK merupakan salah satu cara KPK dalam mencegah terjadinya tindak korupsi. Pada tahun 2012-2013 KPK melakukan survey di Solo dan Jogjakarta yang ternyata dalam survey tersebut tersaji fakta bahwa hanya 4% orang tua yang mengajarkan kejujuran pada anak-anaknya. Kejujuran yang dimaksud bukan dalam arti definisi, tetapi lebih kepada tindakan perilaku bersikap jujur.

Menyanyikan mars Dharma Wanita

Berkaitan dengan hal tersebut diatas, maka pada kegiatan rutin Dharma Wanita Persatuan MTsN Sumber Bungur, maka pada hari Rabu tanggal 12 April 2017 diadakan sosialisasi Gerakan SPAK oleh para agen SPAK Kemenag Pamekasan. Hadir dalam kegiatan ini Ibu Hj. Eva yang merupakan istri Kasi Pendma Kemenag Pamekasan Bapak H. A. Nawawi. Ibu Eva sekaligus pemateri dalam sosialisasi ini, karena beliau merupakan Agen SPAK di lingkungan Kemenag Pamekasan.

Pembukaan Sosialisasi SPAK di Auditorium MTsN Sumpa

Mengapa perempuan menjadi sasaran pada gerakan ini? Ibu dipandang sebagai sosok sentral dalam keluarga yang mampu memberikan pendidikan moral dalam keluarga. Ibu juga dipandang mampu untuk mengontrol perilaku suaminya ketika para suami berperilaku mencurigakan dalam memberi kebutuhan materiil. Para ibu bisa menjadi benteng sekaligus motor dalam mencegah terjadinya korupsi yang bisa saja dilakukan oleh suaminya, serta mampu menanamkan sikap anti korupsi pada anak-anaknya. Hal ini disampaikan oleh Ibu Hj. Lilik Pujiastutik selaku penggerak tim Dharma Wanita Persatuan Kemenag Pamekasan di lingkungan MTs Negeri Sumber Bungur.

Penyampaian materi oleh agen SPAK Kemenag Pamekasan

Tidak dapat kita pungkiri, terkadang tindakan korupsi yang dilakukan oleh para suami di tempat kerja, merupakan buah dari tuntutan para ibu terhadap suami dalam pemenuhan keinginan, bukan pada pemenuhan kebutuhan, baik secara langsung ataupun tidak langsung. Dengan gerakan SPAK ini, diharapkan agar para Ibu atau istri dirumah memiliki kepekaan dan kontrol agar para suami tidak melakukan tindakan korupsi.

Pendapat lain juga disampaikan oleh Ibu Siti Fatimah, bahwa korupsi bukan hanya yang berwujud uang. Korupsi  waktu  juga menjadi perhatian dari Ibu yang mengajar Biologi di Madrasah ini. Seorang Ibu, atau istri juga harus peka dan bertanya  ketika suami pulang lebih awal atau terlambat datang ke tempat kerja. Karena memang sebaiknya  seorang istri harus mendorong suami agar berprestasi di karirnya.

Semoga dengan Gerakan Saya Perempuan Anti Korupsi  (SPAK) yang dicanangkan oleh KPK ini, civitas ibu-ibu Dharma Wanita Persatuan di lingkungan MTsN Sumber Bungur, mampu mengambil hikmahnya serta menerapkan apa yang telah disampaikan dalam sosialisasi dalam kehidupan nyata di lingkungan keluarga mereka masing-masing. Sehingga pencegahan tindakan korupsi dapat terwujud.

BySubairi S.Hum

PPAI LAKUKAN SUPERVISI DAN PEMBINAAN DALAM RANGKA PENINGKATAN PROFESIONALITAS GURU

Guru atau Pendidik merupakan tenaga profesional yang bertugas merencanakan proses pembelajaran, menilai hasil pembelajaran, serta melakukan bimbingan dan pelatihan. Hal tersebut terkait dengan kebijakan pemerintah dalam rangka mengembangkan profesionalisme guru atau profesionalisme tenaga pendidik. Selain hal tersebut diatas, guru atau pendidik berkewajiban :

  1. Menciptakan suasana yang bermakna, menyenangkan, kreatif, dinamis dan dialogis
  2. Mempunyai komitmen secara profesional untuk meningkatkan mutu pendidikan; dan
  3. Memberi teladan dan menjaga nama baik lembaga, profesi, dan kedudukan sesuai dengan kepercayaan yang diberikan kepadanya.

Untuk mengetahui sejauh mana tugas dan kewajiban guru atau pendidik dalam penerapannya dilapangan maka perlu adanya kontrol atau pengawasan serta pembinaan baik dari kepala sekolah, assesor utamanya dari Pengawas Pendidikan.

Pengawas Pendidikan Agama Islam (PPAI) dalam menjalankan tugas dan kewajibannya sebagai pemantau kompetensi guru (monitoring) memiliki fungsi yang strategis terutama dalam hal pengawasan akademik. Hal tersebut merujuk pada PERMENAG Nomor 2 tahun 2012, yang mana salah satu fungsi Pengawas Madrasah diantaranya melakukan :

  1. Penyuluhan program pengawasan di bidang akademik dan manajerial
  2. Pembinaan dan pengembangan Madrasah; dan
  3. Pembinaan, pembimbingan dan pengembangan profesi guru madrasah

Sehubungan dengan fungsi pengawas diatas, Bapak Abdul Hannan, S. Pd, M. Si selaku Pengawas Pendidikan Agama Islam di MTs Negeri Sumber Bungur Pamekasan salah satu lembaga binaannya, pada hari hari Sabtu tanggal 18 Februari 2017 melakukan Supervisi dan Pembinaan terhadap beberapa guru, mereka adalah Subairi, S. Hum, Halili Yakub, S.P, Nadiah S. Pd, Watiatul Munawwaroh, S. Ag, Jufri Sawaluddin, S.S dan Nurul Yakin, S.S.

Pengawas yang sebelumnya menjabat Kepala Madrasah di MTs al-Falah Kadur dan pernah mengajar di MAN Jungcangcang ini menanyakan beberapa komponen administrasi pembelajaran sekaligus memberikan pembinaan. Menurutnya, guru harus disiplin, kreatif, inovatif serta memiliki semua admistrasi pembelajaran mulai dari RPP, Silabus, RPE, KKM, dan berbagai administrasi lainnya. Beliau juga menambahkan bahwa untuk menunjukkan wibawa sebagai seorang guru, baik di hadapan murid-muridnya maupun di lingkungan masyarakat maka harus menjadi sosok yang bisa dicontoh bukan cuma memberi contoh atau menjadi teladan yang baik (Uswatun Hasanah).

Dari hasil supervisi dan pembinaan ini, ada beberapa catatan yang harus diperbaiki diantaranya keseragaman format penilaian, baik penilain pengetahuan, sikap dan keterampilan begitu pula dengan penentuan Kriteria Ketuntasan Mininal (KKM). Menurut pak Hannan (panggilan akrabnya) dalam menentukan KKM terutama dalam aspek kompleksitas perlu di musyawarahkan terlebih dahulu dengan guru rumpun mata pelajaran (MGMP) sehingga ada kesamaan persepsi tentang materi pembelajaran yang dianggap sulit.

Dengan adanya Supervisi dan Pembinaan Pengawas ini memberikan bekal dan pengetahuan bagi guru yang di supervisi serta membawa dampak positif bagi semua dewan guru melalui sosialisasi dan review yang dilakukan setelahnya pada rapat dewan guru. Subairi, S. Hum, salah guru yang di supervisi pengawas berharap kegiatan ini terus berlanjut demi terwujudnya peningkatan mutu dan kualitas guru sebagai agen pembelajaran

ByLutfi Rahman

RAKOR KEPALA MTs NEGERI WILAYAH KERJA MADURA

Madrasah merupakan lembaga pendidikan formal yang sejajar levelnya dengan Sekolah Menengah Pertama (SMP). Perbedaan keduanya adalah Kementerian yang menaunginya. Madrasah berada di bawah naungan Kementerian Agama.
Keberadaan Madarasah dewasa ini telah mampu memikat hati masyarakat, karena pada beberapa tahun terakhir ini, kecenderungan orang tua dalam menyekolahkan anak-anaknya adalah mencari lembaga pendidikan formal yang menanamkan nilai-nilai religi dan karakter yang baik, untuk itulah Madrasah merupakan pilihan yang tepat. Namun dilain sisi, kecenderungan tersebut harus mampu mendorong Madrasah untuk semakin baik dalam memberikan pelayanan kepada masyarakat. Selain kinerja dan pelayanan yang harus ditingkatkan, penting juga untuk menggenjot prestasi para peserta didik, para guru dan Madrasah itu sendiri. Dalam hal meningkatkan kualitas Madrasah maka dibentuklah KKM yaitu Kelompok Kerja Madrasah, dimana kelompok ini merupakan asosiasi Madrasah dalam menggalang kebersamaan untuk mewujudkan Madarasah yang semakin baik dan bersaing.

Pada hari Selasa, 24 Januari 2017, MTsN Sumber Bungur Pamekasan menjadi tuan rumah pelaksanaan Rapat Koordinasi (Rakor) Kepala Madrasah Tsanawiyah Negeri untuk wilayah kerja Madura.
Acara yang dimulai pada jam 13.00 ini dilaksanakan di Auditorium MTsN Sumber Bungur. Hadir dalam acara tersebut adalah seluruh Kepala MTs Negeri atau yang mewakili di wilayah Madura. 2 MTs Negeri dari Kabupaten Sumenep, 4 MTs Negeri dari Kabupaten Pamekasan, dan masing-masing 1 MTs Negeri dari Kabupaten Sampang dan Bangkalan.

Agenda pada rakor kali ini adalah tindak lanjut program KKM MTs Provinsi Jawa Timur mengenai peningkatan mutu dan kualitas tenaga pengajar di lingkungan MTs. Kegiatan Rakor yang berlangsung dengan penuh keakraban dan bersahaja ini telah menghasilkan 2 hal penting yaitu, kesepakatan bersama untuk melaksanakan pelatihan Karya Tulis Ilmiah (KTI) dalam waktu dekat sebagai wujud pengembangan Sumber Daya Manusia untuk menghadapi tantangan yang semakin komplek dan global. Harapan terbesar dari pelaksanaan pelatihan ini tentunya ingin menstimulus agar lebih banyak ide-ide brilian yang tertuang dalam tulisan dan kajian ilmiah serta dapat dipertanggungjawabkan dan mampu diaplikasikan nyata dalam kehidupan pendidikan di madrasah sehari-hari. Poin kedua yang dihasilkan adalah optimalisasi MGMP pada lembaga masing-masing sebagai salah satu sarana di dalam menemukan, mengkaji dan merumuskan formula yang tepat ketika menghadapi suatu permasalahan dan dinamika dalam proses belajar dan mengajar. Selain itu MGMP juga diharapkan mampu menjadi wadah bagi para guru mata pelajaran untuk bisa saling sharing pengalaman, metode pembelajaran, pemetaan materi serta pengembangan kurikulum yang berakar pada karakteristik budaya dan kearifan lokal setempat.

Semoga apa yang dihasilkan pada Rakor tersebut dapat diterapkan di lembaga masing masing serta ditularkan pada Madrasah-Madasah swasta yang lain. Semoga slogan Madrasah lebih baik, Lebih baik Madrasah benar-benar terwujud dalam pikiran dan mindset masyarakat. (LR,S.Pd)