BK MTsN 3 PAMEKASAN LUNCURKAN PROGRAM “SUALAYAN”

Peran Konselor dalam dunia pendidikan modern seperti sekarang sangatlah penting, mengingat seiring waktu permasalahan dan problematika dalam dunia pendidikan terutama yang menyangkut para peserta didik terus mengalami perubahan dan peningkatan. Dalam upaya mencegah, mengurangi dan mengatasi segala permasalahan tersebut, dunia pendidikan modern memiliki alat kelengkapan yang disebut BK (Bimbingan dan Konseling). BK bersama guru mapel dan Kepala Sekolah/Madrasah bersama-sama merumuskan sistem pendidikan yang sesuai dengan kebutuhan dan karakteristik dari para peserta didik, lingkungan dan latar-belakang keluarga serta hal lainnya.

Mengawali tahun pelajaran 2021-2022, MTsN 3 Pamekasan meluncurkan program Konseling yang bernama “SUALAYAN”. Menurut koordinator BK MTsN 3 Pamekasan, bapak Moh. Ali Hisyam, S.Pd, “SUALAYAN” sendiri sebenarnya berasal dari dua kata, yaitu “SUA” dan “LAYAN”.  Dalam kamus besar Bahasa Indonesia, “Sua” artinya bertemu, sedangkan “Layan” adalah melayani. Jika diartikan secara sederhana maka program “SUALAYAN” adalah program layanan BK yang diberikan kepada orang tua dan peserta didik dengan mengadakan pertemuan secara langsung bersama orang tua dalam rangka memahami segala hal yang berkaitan dengan pendidikan anak, baik potensi bakat, minat maupun prilaku anak. Program ini nantinya akan menggali tuntas semua hal yang berkaitan dengan anak. Bukan hanya hal-hal yang negatif atau kurang yang dianggap perlu untuk diperbaiki atau disembuhkan  saja, tetapi hal-hal yang sifatnya positif yang patut untuk dipertahankan atau bahkan ditingkatkan akan pula digali dalam sesi demi sesi selama pelaksanaan program ini.

Di masa awal tahun pelajaran 2021-2022 pelaksanaan program “SUALAYAN” mengalami kendala karena adanya aturan PPKM dimana madrasah atau sekolah masih belum bisa melaksanakan pembelajaran tatap muka secara langsung. Kegiatan pembelajaran yang bersifat daring, tentu mengurangi maksimalisasi program ini. Perlu disadari bahwa karakteristik keluarga peserta didik secara umum lebih dari 70% masih belum begitu bisa memaksimalkan perangkat komunikasi smart phone. Selain itu, mata pencaharian para wali murid mayoritas adalah petani yang disusul dengan pedagang dan TKI.

Namun sejak status level PPKM Kabupaten Pamekasan diturunkan, dimana peserta didik sudah diijinkan untuk hadir ke madrasah meski masih 50%, program “Sualayan” mulai menunjukkan dampaknya. Konselor mampu bertatap muka secara langsung denga para wali murid untuk membahas segala hal yang berkaitan dengan putra/putri mereka. Hal ini dilakukakn agar ada sinergi dan harmonisasi antara konselor di madrasah dan orang tua di rumah dalam memberikan pelayanan dan perlakuan yang tepat dan selaras antara lingkungan madrasah dan rumah.

Semoga dengan program baru ini nantinya memberi manfaat yang signifikan terutama untuk perkembangan belajar dan emosi peserta didik. Karena sejatinya, apa yang dilakukan oleh madrasah di saat peserta didik menimba ilmu di madrasah akan berdampak positif manakala orang tua dan lingkungan di rumah peserta didik juga mampu memberi perlakuan dan kondisi yang kondusif dalam perkembangann belajar mereka. dengan “SUALAYAN” akan ada sinergi antara madrasah dengan orang tua dalam memperlakukan anak-anak didik kita.

Tinggalkan Balasan