VAKSINASI 1 BAGI PESERTA DIDIK MTsN 3 PAMEKASAN

Penebaran virus corona -19 sampai sejauh ini masih belum menunjukkan tanda-tanda akan berhenti. Selama ini pemerintah telah berupaya keras untuk menekan angka penyebaran serta memperkecil resiko dampak dari penyebaran virus maut yang mematikan ini. terhitung sudah hampir 2 tahun, seluruh dunia berjibaku melawan kedahsyatan virus ini. Dari waktu ke waktu, virus in juga mengalami mutasi guna memperkebal dirinya serta melahirkan varian-varian terbaru yang juga sama bahkan lebih mematikan dari yang semula.

Mungkin kita masih ingat, akhir-akhir ini telah muncul varian covid baru yang bernama “DELTA”. Varian in pertama kalai di temukan di India, kemudian dengan cepat menyebar ke berbagai belahan bumi lain, termasuk Indonesia. Meski pemerintah telah semaksimal mungkin menutup akses agar varian in tidak sampai ke Indonesia, namun kenyataannya varian  ini justru menjadi hal yang paling menakutkan yang harus kita lalui.

              check up sebelum vaksin

Program vaksinasi yang digagas oleh pemerintah merupakan upaya untuk menekan penyebaran virus mematikan ini. Sayangnya, iktikad baik pemerintah ini mendapat penolakan di berbagai daerah di Indonesia. Berita palsu sengaja disampaiakan agar mayarakat tetap tidak bersedia untuk divaksin.

Pada hari ini, Selasa 07 September 2021, MTsN 3 Pamekasan beserta SATGAS Covid-19 kecamatan Pakong menyelenggarakan program vaksinasi massal bagi peserta didik di lingkungan madrasah.

proses vaksinasi

Program vaksinasi ini sendiri bukan merupakan suatu pemaksaan dan kewajiban kepada seluruh peserta didik, karena sebelum kegiatan ini dilaksanakan, setiap peserta didik menyetorkan surat pernyataan bersedia atau tidak bersedia untuk divaksin. Surat pernyataan tersebut ditandatangani oleh wali murid langsung atau wali yang mewakili.

Dari 30 rombel yang ada di MTsN 3 Pamekasan, rata-rata setiap rombel terdapat 5-7 peserta didik yang bersedia untuk divaksin. Jika dilihat prosentase antara peserta didik yang mau divaksin dengan yang tidak mau divaksin, tentu sangatlah kontras. Jauh lebih banyak peserta didik yang tidak mau divaksin. Alasan terbanyak mengapa peserta didik tidak mau divaksin adalah karena tidak diizinkan oleh orang tua. Dengan alasan nanti kalau divaksin takut mati, lumpuh dan sebagainya.

sambil menunggu panggilan di vaksin

Jelas dari alasan yang disampaikan oleh para peserta didik menunjukkan bahwa berita hoaks tentang vaksin yang beredar luas di masyarakat  baik melalui media online maupun secara langsung telah termakan oleh masyarakat. Fakta ini, mestinya menjadi cambuk kepada pemerintah melalui satgas covid yang ada mulai dari tingkatan paling rendah untuk segera berbenah dan memperbaiki diri terutama dalam penyuluhan informasi tentang pentingnya vaksinasi kepada masyarakat.

Semoga kedepannya, semakin banyak warga negara Indonesia yang lebih kritis dan berpikir logis dalam menyikapi suatu berita dan informasi.

Tinggalkan Balasan