WORKSHOP PENULISAN KARYA TULIS ILMIAH (KTI) Solusi Peningkatan Kreatifitas Guru dalam Menulis

Guru merupakan ujung tombak suksesnya penyelenggaraan pendidikan, kendati demikian seringkali mereka dihadapkan dengan berbagai macam permasalahan dalam proses pembelajaran baik yang datangnya dari faktor internal maupun eksternal. Hal tersebut menuntut guru segera bangkit untuk memecahkan permasalahan tersebut dan menemukan solusinya salah satunya melalui program Pengembangan Keprofesian Berkelanjutan (PKB).

Kali ini PGRI cabang khusus madrasah Kementerian Agama Kabupaten Pamekasan bekerja sama dengan Fakutlas Tarbiyah IAIN Madura menyelenggarakan workshop Penulisan Karya Tulis Ilmiah (KTI) yang berlansung selama dua hari mulai tanggal 26-27 Januari 2022 bertempat di Aula Fakultas Tarbiyah IAIN Madura. Sebanyak 82 peserta antusias mengikuti kegiatan tersebut, mereka terdiri dari guru RA, MI, MTs dan MA tak terkecuali empat orang guru perwakilan dari MTsN 3 Pamekasan.

Kegiatan workshop ini dibuka oleh bapak Badrus Shomad, S. Ag, M. Pd selaku Kasi Pendma Kemenag Pamekasan mewakili kepala Kankemenag sekaligus menyampaikan materi terkait Kebijakan Kementerian Agama.

Pada hari pertama, peserta workshop menerima materi tentang Pola Pikir Yang berkembang (Growth Mindset) yang disampaikan secara intekatif dan enjoy oleh bapak Khairu Wasilah, M. Pd. Menurutnya, keberhasilan dan kegagalan belajar ditentukan bukan oleh tingkat kecerdasan tetapi oleh pola pikir yang berkembang (Growth Mindset). Teori ini dikutip dari hari hasil penelitian seorang Psikolog asal Amerika (Carol Dweck). Lebih lanjut ia mengkategorikan bahwa pola pikir seseorang itu ada yang tetap (stagnan) ada pula yang berkembang. Ciri-ciri orang yang berpola pikir tetap diantaranya tidak siap menghadapi tantangan (menghindar dan mencari zona aman), menyerah serta tidak punya motivasi dalam menghadapi rintangan yang menghadang, tidak mau mencoba dan berusaha bahkan bersikap pesimis, jika mendapat saran dan kritik ia mengabaikannya bahkan menutup mata dan telinga, dan yang terakhir merasa terancam dengan kesuksesan orang lain. Sebaliknya, karakteristik orang  yang memiliki pola pikir berkembang tampil berani menghadapi tantangan, bertahan di saat sulit, mau mencoba, menerima kritik sebagai masukan, memandang kesuksesan orang lain sebagai inspirasi.

Pada sesi berikutnya bapak Dr. H. Ali Nurhadi, M. Pd memberikan materi tentang Teknik Penulisan Karya Tulis Ilmiah dan Artikel Jurnal. Menurutnya, artikel merupakan ringkasan sebuah karya tulis baik berupa hasil penelitian maupun hasil pemikiran (konseptual). Terdapat dua jenis artikel yang pertama, artikel hasil penelitian yaitu laporan singkat hasil penelitian (penelitian kualitatif, kuantitatif dan tindakan), yang kedua artikel non penelitian (konseptual) yaitu mengacu pada semua jenis artikel ilmiah yang bukan merupakan laporan hasil penelitian (Best Practices, menelaah suatu teori, konsep atau prinsip, mengembangkan produk suatu model, mendeskripsikan fakta atau fenomena tertentu, menilai suatu produk, dan lain-lain). Sistematika penulisan artikel terdiri dari 10 komponen yaitu judul, nama penulis, lembaga, abstrak dan kata kunci, pendahuluan, metode penelitian, hasil penelitian, pembahasan, kesimpulan dan daftar pustaka.

Dr. H. Mohammad Holis, S. Ag, M. Si mendapat kesempatan mengisi acara pada hari kedua, ia memberikan materi tentang manfaat dan fungsi PTK dalam meningkatkan kompetensi guru dan pencapaian pembelajaran bermutu di madrasah. Ia mensimulasikan sebuah media pembelajaran dalam konteks Kegiatan Belajar Mengajar (KBM) dan meminta peserta untuk menjawab beberapa petanyaan yang diajukan, dan hasilnya tidak semua peserta bisa menjawab pertanyaan tersebut. Begitu pula dalam kondisi riil di lapangan, daya serap peserta didik sangatlah variatif. Dalam kondisi seperti ini guru diharapkan mampu mengidentifikasi masalah dalam pembelajaran dan menemukan solusinya. Kepala MTsN 3 Pamekasan ini menawarkan beberapa solusi dalam mengatasi problematika pembelajaran tersebut diantaranya, guru dalam memilih metode atau strategi pembelajaran hendaknya memperhatikan karakteristik peserta didik, peserta didik yang memiliki kemampuan lebih direkomendasikan menjadi tutor sebaya, pilihlah model pembelajaran sesuai dengan perkembangan zaman misalnya Problem Based Learning, Project Based Learning, Inkuiri Learning, dan Discovery Leraning. Solusi terbaik adalah melalui Penelitian Tindakan Kelas (PTK) karena PTK merupakan jembatan menuju peningkatan mutu guru, imbuhnya.

Pada sesi terakhir materi yang tidak kalah pentingnya adalah Teknik Penyusunan Penelitian Tindakan Kelas, materi tersebut dikupas secara mendalam oleh bapak Dr. Mohammad Thoha, M. Pd.I. Pokok pembahasan materi yang ia sampaikan pada acara workshop kali ini meliputi Konsep Dasar PTK dan Sistematika Penulisan, Pelaksanaan, dan Pelaporan PTK. Menurutnya, sedikitnya ada dua pengertian PTK yang bisa dijadikan rujukan yang pertama, PTK Dalam bahasa Inggris biasa disebut Classroom Action Research dan disingkat CAR. Classroom Action Research adalah penelitian yang diinisiasi oleh guru, penelitian berbasis sekolah yang digunakan untuk meningkatkan praktek dengan melakukan suatu perubahan terhadap sesuatu, dimana guru itu sendiri menjadi peneliti dan praktek pembelajaran menjadi fokus penelitian. Richard M. Jacobs (2007). Kedua, Penelitian Tindakan Kelas (Classroom Action Research) yaitu penelitian yang dilakukan oleh guru di kelas atau di sekolah tempat ia mengajar, dengan penekanan pada penyempurnaan atau peningkatan proses dan praksis pembelajaran. (Suharsimi Arikunto: 2011).

Manfaat PTK menurut dosen lulusan IAIN Sunan Ampel Surabaya ini diambil dari kata “SCOPE” yaitu, Self-directed. Mendorong kemandirian guru agar peka terhadap masalah dan berusaha memecahkan. Collaborativeness. Mendorong kerja sama tulus diantara para guru untuk meningkatkan mutu KBM On-going. Guru terdorong memperhatikan siswa secara kontinyu. Personal/Professional. Mendorong peningkatan mutu diri dan kinerja, karena guru mendapatkan pengetahuan dan pengalaman yg terkait dengan KBM, tumbuh budaya meneliti dan menulis karya ilmiah. Efective, Guru mencapai apa yng menjadi tujuan KBM (KBM menarik,nyaman,KBM sesuai siswa, Hasil belajar meningkat).

Apa saja Tujuan PTK itu? Pertama, Memperbaiki dan meningkatkan mutu praktik pembelajaran yang dilaksanakan guru demi tercapainya tujuan pembelajaran. Kedua, Memperbaiki dan meningkatkan kinerja pembelajaran yang dilaksanakan oleh guru. Ketiga, Mengidentifikasi, menemukan solusi, dan mengatasi masalah pembelajaran di kelas agar pembelajaran bermutu. Keempat, Meningkatkan dan memperkuat kemampuan guru dalam memecahkan masalah-masalah pembelajaran dan membuat keputusan yang tepat bagi siswa dan kelas yang diajarnya. Kelima, Mengeksplorasi dan membuahkan kreasi-kreasi dan inovasi-inovasi pembelajaran (misalnya, pendekatan, metode, strategi, dan media) yang dapat dilakukan oleh guru demi peningkatan mutu proses dan hasil pembelajaran. Keenam, Mencobakan gagasan, pikiran, kiat, cara, dan strategi baru dalam pembelajaran untuk meningkatkan mutu pembelajaran selain kemampuan inovatif guru. dan Ketujuh, Mengeksplorasi pembelajaran yang selalu berwawasan atau berbasis penelitian agar pembelajaran dapat bertumpu pada realitas empiris kelas, bukan semata-mata bertumpu pada kesan umum atau asumsi.

Sedangkan prinsip-prinsip PTK yang harus diperhatikan menurut pak Thoha (sapaan akrabnya), pertama tidak menganggu komitmen guru sebagai pengajar, keduap pengumpulan data tidak menuntut waktu berlebihan sehingga tidak menganggu KBM, ketiga metode yang digunakan taat azas PTK, keempat masalahnya muncul dari pengajar yang paling merisaukan, kelima Konsisten dan peduli terhadap prosedur tugas dan yang keenam tidak mengenal kelompok eksperimen dan kontrol/ Populasi dan Sampel.

Sistematika Penulisan, Pelaksanaan dan Pelaporan PTK ia sampaikan di bagian akhir meliputi, Judul PTK, Bab I Pendahuluan (Latar Belakang, Identifikasi Masalah, Pembatasan Masalah, Rumusan Masalah, Tujuan Masalah, Manfaat), Bab II Kajian Pustaka (Kajian Teori, Kajian hasil penelitian terdahulu, Kerangka Berpikir, Hipotesis Tindakan), Bab III Metode Penelitian (Rancangan Penelitian, Setting Penelitian: Waktu Penelitian, Tempat Penelitian, Subjek Penelitian, Sumber Data Penelitian, Prosedur Penelitian, Teknik dan Alat Pengumpul Data, Teknik Analisis Data), Bab IV (Deskripsi Kondisi Awal, Deskripsi Siklus I, Deskripsi Siklus II, Pembahasan), Bab V Penutup (Kesimpulan, Implikasi, Saran, Daftar Pustaka dan Lampiran menyesuaikan).

Akhir kegiatan workshop ini ditutup dengan doa dan harapan semoga dengan terselenggaranya kegiatan ini bermanfaat bagi seluruh peserta dan semua guru madrasah pada umumnya sehingga nantinya mereka mampu mengembangkan profesionalitas sebagai pendidik menuju pendidikan menjadi lebih bermutu.

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

6  +  1  =