Shalat Jum’at di Korea Selatan Itu Butuh Perjuangan

Siang itu pembelajaran di SNU break setelah mulai jam 08.00 sampai jam 12.00 Waktu Seoul, melakukan FGD dg kelompok MTs, yang membahas dan mendalami tentang STEAM (Science, Technology, Engenerring, Art, Mathematic), bagamana seharusnya ketika diterapkan di Indonesia, serta model pembelajaran dan inovasi yg lain. Sehingga diskusinya agak alot, dengan Mr Hatta sebagai ketua kelompok. Kebetulan beliau dari Jakarta.

Naskah presentasi sudah disiapkan dengan full power presentasi. Kami sendiri berperan sebagai moderator dengan menggunakan Bahasa Arab. Sedang pak Hatta presentasi pertama dengan pengantar Bahasa Inggris dan kawan-kawan yang lain menggunakan Bahasa Indonesia campur Bahasa Inggris.

Dengan kompak, group kami dalam menyampaikan presentasi STEAM, meskipun materi iti baru kami terima dari profesor di SNU.

Setelah diskusi pas jam 12.00 mas Riski mengajak kami semua yang laki-laki menuju tempat shalat Jum’at. Perkiraan kami dekat dan di masjid. Ternyata kedua-duanya melenceng. Tempatnya jauh karena harus naik busway SNU dan bukan di masjid tapi di aula yang dikemas jadi masjid. Yang hadir untuk shalat Jum’at pun terbatas.

Alhamdulillah,  kami bisa ketemu dengan saudara kita sesama Muslim dari Mesir, Nigeria, Indonesia. Momentum itu tidak kami sia-siakan. Kami bisa bercengkrama dengan para mahasiswa yang bejuang untuk menunaikan shalat Jumat.

Khatib dan imam shalatnya adalah masiswa dari Mesir.  Khotbah pertama menggunakan bahasa Inggris dan khotbah kedua menggunakan Bahasa Arab.

Ya itulah perjuangan mahasiswa Muslim di SNU. Butuh perjuangan untuk menunaikan shalat jJum’at. Alhamdulillah kami selesai menunaikan shalat Jum’at. Beruntung juga kami bisa melaksanakan shalat Jumat bersama bapak Direktur GTK Prof Suyitno beserta Kasubag GTK Pak Sidik. Luar biasa, dan pulangnya pun kami menggunakan busway juga.

Sesampainya di kelas, kami harus mempresentasikan STEAM yang telah didiskusikan sebelum shalat Jumat

Alhamdulillah setelah semua peserta selesai mempresentasikan materi yang didapat selama short course di SNU.

Tibalah pengumuman peserta presentasi terbaik dan Resume tugas harian terbaik. Alhamsulillah wasyukurillah, kelompok kami yakni kelompok MTs mendapatkan Presentasi Terbaik, meskipun fasilitator kami sedang keluar Pak Fahmi.

Pengumuman kedua tentang tugas harian yakni meresume materi dari para dosen. Benar-benar di luar dugaan. Alhamdulillah, kami mendapati laporan resume terbaik. Alhamdulillah ya Allah, Allah tidak pernah ngutang memberikan nikmat kepada kami. Terima kasih ya Allah.

Seoul, Korea Selatan 2019.

Penulis, Mohammad Holis.

Tinggalkan Balasan