BUAH PENDERITAAN

Sejenak mungkin anda, para pembaca sekalian merasa heran dengan judul pada konten kali ini. judul yang admin ambil kali ini bukan sama sekali curahan hati yang sedang galau. Bukan pula cerminan jiwa yang gundah gulana. Sengaja admin memakai judul tersebut, karena dua kata yang menjadi judul ini memiliki makna yang sangat penting bagi salah satu peserta didik di MTsN 3 Pamekasan.

Di masa pandemi seperti saat ini, dimana terjadi pembatasan terhadap semua aspek kehidupan masyarakat, kehidupan yang semula normal, kini memnjadi tidak normal. Aktifitas yang semula aktif, sekarang menjadi pasif. Tempat yang semula ramai menjadi sepi. Rasa senang dan ceria di saat berkumpul bersama, kini menjadi rasa khawatir dan was-was jika berkumpul. Dari semua paparan tadi, mengisyaratkan bahwasanya benar, kita sedang mengalami perlambatan kehidupan. Meski begitu, ada hal yang seharusnya mampu kita kembangkan di saat seperti sekarang. Salah satunya yaitu kreatifitas.

Penyerahan Novel Karya ananda Lailatul Qomariyah

Salah satu peserta didik MTsN 3 Pamekasan, membuktikan bahwa kreatifitas tetap bisa diwujudkan menjadi sebuah karya meski situasi kurang mendukung. Ananda Lailatul Qomariyah dari ruang 1 TIK, baru-baru ini telah mempersembahkan sebuah novel dengan judul “ Buah Penderitaan”. Sebuah karya yang dikerjakan dan rampung di masa kita bersama sedang berperang melawan Covid 19. Keberhasilan ini mendapat paresiasi positif dari semua pihak, terutama di lingkungan Kementerian Agama Kabupaten Pamekasan.

Ananda Lailatul Qomariyah lahir di Sumenep tanggal 27 Februari tahun 2007 dari pasangan bapak Abdul Muhni dan ibu Atiqoh. Keluarga kecil bahagia ini saat ini tinggal di daerah Guluk-guluk timur, kabupaten Sumenep. Semenjak Pemerintah memutuskan untuk merubah sistem pembelajaran menjadi daring, maka durasi peserta didik untuk berkumpul bersama keluarga mereka  menjadi semakin panjang. Kesempatan ini mampu dimanfaatkan oleh ananda Lailatul Qomariyah untuk meneruskan hobi menbaca dan menulis. Sehingga kemudian, buah dari kebiasaan tersebut menghasilkan  sebuah novel.  

Selain gemar membaca dan menulis, ananda Lia , begitu nama panggilannya juga memiliki hobi berupa memasak dan berenang. Harapan anak yang suka makan Sate Ayam ini adalah semoga dengan karya yang telah dia buat mampu membuat bangga kedua orang tuanya, serta MTsN 3 Pamekasan. Tak heran jika ananda menuturkan bahwa sosok penting di balik terbitnya novel tersebut adalah kedua orang tuanya. Ucapan syukur dan terimakasih juga ananda haturkan kepada guru-guru di MTsN 3 Pamekasan yang telah membimbing dan mengajarinya menulis yang benar dengan sangat sabar dan penuh dedikasi. Semoga apa yang didapat kali ini menjadi peretas cita-citanya untuk menjsdi seorang penulis handal kelak dikemudian hari.

Tinggalkan Balasan