Direktur GTK Pendis Kemenag RI Resmikan 3 Lembaga Edukasi MTsN 3 Pamekasan

Pamekasan (beritajatim.com) – Direktur Guru dan Tenaga Kependidikan (GTK) Pendis Kementerian Agama Republik Indonesia, Prof Dr Suyitno, M.Ag meresmikan tiga sarana edukasi milik MTs Negeri 3 Pamekasan, Jum’at (19/10/2018). 

Peresmian tersebut dilakukan di sela-sela kunjungan ke MTs Negeri Sumber Bungur (nama asal MTsN 3 Pamekasan) yang terbilang mendadak, sebab pihak sekolah baru mendapat kabar bakal dikunjungi Direktur GTK Pendis Kemenag RI, Kamis (18/10/2018) kemarin. 

“Terima kasih kami sampaikan kepada Bapak Direktur GTK Pendis Kemenag RI (Suyitno) yang sudah berkenan hadir dan berkunjung di MTsN 3 Pamekasan (Pakong) yang cukup jauh dari Kota Pamekasan,” kata Kepala MTsN 3 Pamekasan Mohammad Holis. 

Dari itu pihaknya juga memanfaatkan momentum tersebut untuk meresmikan tiga sarana berbeda yang tengah selesai digagas dalam beberapa tahun terakhir. “Bersamaan dengan kunjungan Pak Direktur, beliau juga meresmikan Kantin Tahfidz, Klinik Edukasi dan Bank Laboratorium Ekonomi Sumber Bungur,” ungkapnya. 

“Kantin Tahfidz Sumber Bungur membidangi kajian Al-Qur’an, Hadits, Imrithi dan Tafsir. Klinik Edukasi Sumber Bungur untuk GTK di Indonesia, serta Bank Laboratorium Ekonomi atau BLE Syariah,” sambung kepala madrasah yang akrab disapa Pak Holis. 

Sementara Direktur GTK Suyitno menyampaikan sengaja berkunjung ke MTsN 3 Pamekasan sebagai upaya mengetahui lebih dekat seputar keberadaan madrasah berpotensi di Madura. Khususnya pasca terpilihnya Mohammad Holis sebagai Kepala Madrasah Terbaik Nasional 2018. “Kementerian agama tidak salah memilih Kepala MTsN Sumber Bungur sebagai Kepala MTs terbaik,” ungkapnya. 

“Guru dan tenaga kependidikan madrasah merupakan pilar dalam suksesnya pembelajaran di madrasah di Indonesia. Oleh karena itu, guru harus terus dipupuk untuk terus berinovasi dalam pembelajaran dan mengembangan madrasah,” imbuhnya. 

Melayani kebutuhan peserta didik dalam proses pembelajaran berorientasi pada kesuksesan dunia akhirat, sebab menjadi pelayan sama seperti pembantu dalam proses pembelajaran di madrasah dan masyarakat. “Animo masyarakat memasukkan putra-putri mereka ke madrasah merupakan suatu anugerah, dan kepercayaan masyarakat terhadap madrasah patut dijaga oleh guru dan tenaga kependidikan madrasah di Indonesia,” jelasnya. 

“Jika guru sudah menjadi panggilan jiwa, Insya’ Allah guru itu jarang sakit bahkan tidak pernah sakit. Karena obatnya ada di madrasah dan selalu ingin memberikan pembinaan kepada peserta didik. Nafsu untuk sekedar melaksanakan rutinitas di madrasah harus di sapih, nafsu itu ibarat bayi. Menyusu merupakan nafsu sang Bayi, jika ingin berhenti menyusu harus di sapih,” pungkasnya. [pin/ted] Reporter : Samsul Arifin

Sumber Berita – http://beritajatim.com/pendidikan_kesehatan/342134/direktur_gtk_pendis_kemenag_ri_resmikan_3_lembaga_edukukasi_mtsn_3_pamekasan.html

Tinggalkan Balasan