DISEMINASI BIMTEK PENYUSUNAN SOAL HOTS TERINTEGRASI DENGAN AKMI DAN AKM UNTUK UJIAN MADRASAH (UM)

Telah dilaksanakan diseminasi, Bimtek Penyusunan Soal HOTS Terintegrasi dengan AKMI dan AKM untuk Ujian Madrasah (UM), di aula MTsN 3 Pamekasan (10/3). Diseminasi dilaksanakan selama tiga hari, 8-10 Maret 2021. Tampil sebagai narasumber pada kegiatan ini adalah Ibu Sicilia Pudya Susanti, S.Pd, Bapak Lutfi Rahman, S.S, dan Bapak Suprapto, S.Pd. Kegiatan Diseminasi ini sejatinya merupakan tindak lanjut dari kegiatan Bimtek Penyusunan Soal HOTS Terintegrasi  dengan AKMI dan AKM untuk Ujian Madrasah (UM) yang diikuti oleh para pemateri pada tanggal 25-27 Februari 2021 secara daring melalui zoom meeting yang diadakan oleh Kantor wilayah Kementerian Agama Jawa Timur.

Kegiatan diseminasi ini merupakan amanat bagi para pemateri agar apa yang telah didapat pada kegiatan BIMTEK sebelumnya disampaikan juga kepada rekan-rekan guru di Kabupaten/kota masing masing. Kegiatan Diseminasi untuk jenjang MI, MTs dan MA kabupaten Pamekasan dilaksanakan serentak di tiga tempat yang berbeda, yaitu di Kantor Pokjawas Kemenag Kab Pamekasan untuk tingkat MI, di MTsN 3 Pamekasan untuk tingkat MTs dan di MAN 1 Pamekasan untuk tingkat MA. Adapun, peserta kegiatan diseminasi merupakan perwakilan dari seluruh KKM (Kelompok Kerja Madrasah) se kabupaten Pamekasan dari tingkat MI, MTs dan MA.

Acara Diseminasi di MTsN 3 Pamekasan dibuka langsung oleh Bapak Mohammad Holis, S.Ag, M.Si selaku kepala MTs N 3 Pamekasan. Dalam sambutannya beliau menyampaikan pentingnya penyusunan soal HOTS untuk membentuk karakter peserta didik yang sesuai dengan kebutuhan kecakapan hidup abad 21. Beliau juga berpesan kepada seluruh peserta  yang hadir agar menggali ilmu sebanyak-banyaknya dari para pemateri, terutama dalam teknis penyusunan soal HOTS yang benar. Karena kelemahan selama ini dari para tenaga pengajar adalah masih minimnya pengetahuan tentang bagaimana menyusun soal yang bagus dan bermutu. Kegiatan diseminasai in juga tetap mematuhi standar protokol kesehatan yang baku sebagai upaya memutus penularan pandemi virus Corona.

Ibu Sicilia Pudya Susanti, S.Pd dari MTs N 1 Pamekasan, selaku pemateri pertama menyampaikan materi mengenai latar belakang pelaksanaan, dasar hukum dan tujuan kegiatan Bimtek Penyusunan Soal HOTS Terintegrasi dengan AKMI dan AKM untuk Ujian Madrasah (UM). Menurut ibu yang lebih akrab di panggil ibu Santi ini, ”Penyusunan soal HOTS merupakan langkah mewujudkan kebijakan Merdeka Belajar yang mencakup perubahan Ujian Sekolah Berstandar Nasional (USBN) dan Ujian Nasional (UN) menjadi AKMI dan AKM pada tahun 2021.” Beliau juga menyampaikan latar belakang lain dari bimtek penyusunan soal HOTS  terintegrasi dengan AKMI dan AKM yaitu terkait dengan adanya kerja sama antara Tim Madrasah Reform dengan World Bank dalam pelaksanaan AKMI tahun 2021 dan 2022 untuk MI, MTs, dan MA.

Pemaparan materi dilanjutkan oleh Bapak Lutfi Rahman, S S. Dalam kesempatan tersebut beliau menyampaikan tentang teknis pembuatan kisi-kisi dan soal HOTS. Beliau menyampaikan, “Dalam pembuatan soal harus disesuaikan dengan dimensi proses kognitif peserta didik. Dimensi proses kognitif terbagi menjadi LOTS, MOTS, dan HOTS. Tingkat kognitif LOTS (Lower Order Thinking Skills) biasa disebut level 1 meliputi proses kognitif  mengingat (C1) dan memahami (C2). Tingkat kognitif selanjutnya yakni MOTS (Middle Order Thinking Skills) atau keterampilan berpikir tingkat menengah. Tingkat kognitif ini biasa disebut sebagai level 2 didalamnya mencakup proses kognitif mengaplikasikan (C3). Level tertinggi, level 3 yakni HOTS (High Order Thinking Skills). Dalam HOTS mencakup kecakapan menganalisis (C4), mengevaluasi (C5), dan Mencipta (C6)”.

Selesai menyampaikan tahapan pembuatan kisi-kisi dan soal-soal HOTS, Bapak Lutfi juga menekankan tentang cirri-ciri utama soal HOTS; berpikir kritis, pemecahan masalah, dan transfer. Karakteristik soal HOTS sesuai dengan tuntutan kecakapan abad 21.

Sebagai pemateri terakhir Bapak Suprapto, S.Pd menyampaikan tentang komponen AKM yang mencakup literasi dan numerasi. Beliau menjelaskan, “Asesmen kemampuan literasi dirancang untuk menguji kemampuan literasi membaca siswa. Dalam Asesmen literasi akan diukur kemampuan siswa dalam memahami, menggunakan, mengevaluasi, dan merefleksi beragam jenis teks. Sedangkan asesmen numerasi ditujukan untuk mengukur kemampuan siswa dalam hal numerasi. Asesmen numerasi akan menguji siswa dalam hal kemampuan berpikir menggunakan konsep, prosedur, fakta, dan alat matematika untuk menyelesaikan masalah sehari-hari.”. Dalam pemaparannya secara gamblang beliau memberi contoh soal asesmen literasi maupun asesmen numerasi.

Kegiatan diseminasi hari pertama ditutup oleh doa yang dipimpin oleh Drs. Akhmad Hidayat sebagai salah satu peserta diseminasi. Dengan terlaksananya diseminasi hari pertama, Bimtek Penyusunan Soal HOTS Bimtek Penyusunan Soal HOTS Terintegrasi dengan AKMI dan AKM untuk Ujian Madrasah (UM) diharapkan mampu menjawab keresahan para guru terkait teknis penyusunan soal HOTS.

Selesai mendapatkan materi tentang pembuatan soal HOTS di hari pertama, selanjutnya di hari ke-2 peserta diberi tugas untuk membuat soal HOTS sesuai dengan mata pelajaran yang diampu. Kegiatan pembuatan soal dapat dilaksanakan secara mandiri maupun kelompok. Para peserta dapat mengerjakan tugas pembuatan soal di satuan kerja masing-masing.

Dihari terakhir diseminasi, hari ke-3, para peserta diberi kesempatan untuk mempresentasikan soal-soal HOTS yang telah mereka susun. Dalam kegiatan presentasi para peserta berdiskusi membahas kekurangan dan kelebihan pekerjaan masing-masing peserta. Dengan demikian didapat gambaran jelas tentang soal-soal HOTS yang baik.

Diseminasi Bimtek Penyusunan Soal HOTS Terintegrasi  dengan AKMI dan AKM untuk Ujian Madrasah (UM) diharapkan dapat memberi pengetahuan dan pengalaman bagi guru dalam menyusun soal HOTS. Sehingga guru dapat membantu peserta didik mempersiapkan diri sebaik mungkin dalam menempuh AKMI dan AKM. (dht)

 

 

 

Tinggalkan Balasan