MTsN 3 PAMEKASAN SUKSES LAKSANAKAN ANBK 2022

Kualitas Pendidikan dari waktu ke waktu harus dievaluasi untuk memastikan peningkatan mutu dari Pendidikan itu sendiri. Salah satu upaya dari pemerintah dalam menjamin kualitas pendidikan yang berkelanjutan  adalah dengan melaksanakan ANBK (Asesmen Nasional Berbasis Komputer) sebagai pengganti dari UNBK (UjianNasional Berbasis Komputer). ANBK adalah penilaian yang  fokus melakukan tindakan evaluasi input, proses, dan output pembelajaran melalui serangkaian tahapan tertentu. ANBK adalah bagian dari proses pemetaan mutu sistem pendidikan (sekolah, madrasah, dan program kesetaraan jenjang dasar serta menengah) yang lebih praktis dilakukan.

Ada tiga instrumen penilaian dari ANBK sebagai bagian dari evalusi pemerintah meningkatkan kualitas pendidikan di Indonesia, yaitu:

1. Asesmen Kompetensi Minimum (AKM) yang mengukur literasi membaca dan literasi matematika (numerasi) murid,

2. Survei Karakter yang mengukur sikap, nilai, keyakinan, dan kebiasaan yang mencerminkan karakter murid,

3. Survei Lingkungan Belajar yang mengukur kualitas berbagai aspek input dan proses belajar-mengajar di kelas maupun di tingkat satuan pendidikan.

MTsN 3 Pamekasan sejak tanggal 19  sampai tanggal 20 September 2022 sukses melaksanakan ANBK secara online yang di bagi dalam dua ruang. Adapun dalam ANBK ini, peserta yang mengikuti adalah sampling dari seluruh peserta didik kelas 8 dengan jumlah 45 peserta didik dan 5 sebagai peserta cadangan. Jadi total peserta yang terlibat dalam ANBK senayak 50 anak. Adapun jumlah dan siapa-siapa saja peserta yang ikut dalam ANBK telah ditentukan by system. Dimana berbasis data dari EMIS yang kemudian meningkat menjadi data Bio AN dan kemudian muncul berupa nama-nama yang akan ikut dalam ANBK.

Sebelum pelaksanaan ANBK, ada instrumen berupa Survey Lingkungan Belajar yang harus dikerjakan oleh para guru. Survey ini menjadi salah satu tahapan sebelum pelaksanaan ANBK. Adapun pada hari pertama ANBK, mapel yang dikerjakan oleh para peserta yakni Survey Literasi dan Survey Karakter. Kemudian  pada hari kedua, mapel yang perlu dikerjakan yakni Survey Numerasi dan Survey Lingkungan Belajar. Semoga pelaksanaan ANBK kali ini memberi gambaran jujur tentang kualitas dan mutu pendidikan di Indonesia.  Apapun hasil dari ANBK ini akan menjadi ruang bagi pemerintah untuk meramu sistem pendidikan yang sesuai  dengan karakter bangsa Indonesia yang majemuk.

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

4  +    =  11