Tag Archive adiwiyata

ByLutfi Rahman

SEMARAK HARI BUMI

Memperingati Hari Bumi tanggal 22 April 2017, MTsN 3 Pamekasan (Sumber Bungur) mengadakan rangkaian kegiatan, berupa:

  1. Aksi Hibah pohon untuk MTsN 3 Pamekasan (Sumber Bungur)
  2. Aksi bersih-bersih lingkungan Madrasah
  3. Pekan bazar kuliner tradisional tanpa 6 P (Pemanis, Perasa, Pewarna, Pengawet, Pengenyal dan Pembungkus Plastik)
  4. Unjuk Karya Puisi dan Artikel bertema Lingkungan oleh Peserta didik
  5. Aksi cabut paku pada pohon
  6. Aksi bersih-bersih sampah sepanjang jalan Pasar Pakong bersama Instansi terkait

Kegiatan yang dimulai sejak awal bulan April ini dimulai dengan penghibahan beberapa tanaman hias, obat dan tanaman langka oleh masyarakat sekitar Madrasah. Alhamdulillah dari aksi Hibah Pohon tersebut, banyak jenis pohon yang diperoleh oleh Madrasah. Hal ini menunjukkan bahwa, sebagian besar Masyarakat di sekitar madrasah tergugah dengan keseriusan MTsN 3 Pamekasan (Sumber Bungur) dalam menjaga kelestarian lingkungan. Mereka dengan suka rela menyerahkan pohon-pohon tersebut ke Madrasah.

Tim Adiwiyata MTsN 3 Pamekasan dalam aksi Hibah Tanaman Ke Madrasah

Pada hari Sabtu, tanggal 15 April yang lalu, MTsN 3 Pamekasan (Sumber Bungur), melaksanaka aksi bersih-bersih lingkungan Madrasah. Ternyata hal ini sejalan dengan himbauan dari Bupati Pamekasan yang menghimbau agar pada hari Sabtu dan Minggu, 15-16 April semua lembaga di Kabupaten Pamekasan melaksanakan aksi Bersih Lingkungan dan Bersih Daerah Aliran Sungai (DAS).

Tanggal 21 April 2017, di lingkungan Madrasah diselenggarakan Festival dan Bazar Kuliner Tradisional serta Aksi Unjuk Prestasi baca Puisi dan Membuat artikel dengan tema Lingkungan. Kegiatan ini diikuti oleh seluruh peserta didik di lingkungan Madrasah. Setiap kelas mengirimkan delegasinya untuk berpartisipasi dalam festival kuliner, baca puisi dan pembuatan artikel. Tujuan dari festival kuliner ini adalah untuk melestarikan jajanan ataupun makanan tradisional yang ada di masyarakat kita. Karena, seperti yang kita ketahui, makanan tradisional semakin hari, semakin tergerus oleh makanan dan jajanan modern. Kalau kita teliti, makanan tradisional yang sudah ada di lingkungan kita, ternyata jauh lebih aman untuk dikonsumsi. Makanan dan jajanan tradisional ini jelas telah bebas dari 6 P. Tidak demikian dengan makanan atau jajanan modern yang hanya menang di bentuk tampilan, promosi dan rasa. Namaun perlu di sadari bahwa kandungan dari makanan atau jajanan modern ini lebih banyak yang telah mengandung 6P, sehingga jika dikonsumsi dalam waktu yang lama akan berdampak menggerogoti kesehatan kita.

Pada tanggal 22 April, yang merupakan puncak kegiatan Peringatan Hari Bumi tahun ini diisi dengan aksi bersih-bersih dari area Pasar Pakong, Puskesmas Pakong hingga ke lingkungan Madrasah. Kegiatan kali ini dilaksanakan bekerjasama  dengan Kepolisian Sektor Pakong, Rayon Militer Kecamatan Pakong, Tagana Kecamatan Pakong serta Perangkat Desa Kecamatan Pakong. Alhamdulillah kegiatan tersebut disambut dengan sangat antusias oleh masyarakat yang sedang berada di lokasi kegiatan. Sehingga banyak dari mereka yang menunjukkan simpatinya dengan ikut serta terjun untuk membantu kegiatan bersih-bersih ini.

Peserta Puisi

Jajanan tradisional

Seperti dikutip dari Suara Jatim Post, Sabtu 22 April 2017, Aksi Giat Bersih dihadiri oleh Serma Moh. Saleh (Batikompos Koramil Pakong), Suyono (Kanit Provost Polsek Pakong) Moh. Gufron (Koordinator Tagana Pamekasan). Pada kesempatan ini, Moh Gufron mengatakan bahwa kegiatan semacam ini merupakan momen positif dalam menyambut dan memperingati Hari Bumi, kegiatan ini sangat mendidik bagi para peserta didik dan menginspirasi masyarakat sekitar agar lebih mencintai lingkungan dengan senantiasa menjaga kelestarian dan kebersihannya.

Dengan aksi ini terbukti membentuk suatu ikatan yang kuat antar elemen yang ada di kecamatan Pakong. Polsek, Koramil, Aparat Desa, Dinas Kesehatan Kecamatan Pakong serta Masyarakat untuk selalu menjaga kebersihan lingkungan. Sehingga kedepannya, insyaallah Kecamatan Pakong akan bebas banjir. Pesan utama yang ingin disampaikan  dengan kegiatan ini adalah menumbuhkan kesadaran untuk menjaga lingkungan sejak dini, serta menggugah masyarakat untuk lebih memperhatikan kebersihan lingkungan dengan tidak membiarkan lingkungannya menjadi kotor, gersang dan tidak asri.

Secara keseluruhan, rangkaian kegiatan dalam rangka memperingati Hari Bumi tahun ini berjalan lancar bahkan melampaui ekspetasi sebelumnya. Hal ini bisa terukur dengan banyaknya masyarakat yang menghibahkan tanamannya ke Madrasah serta antusias mereka ketika Aksi Bersih. Terima kasih disampaikan kepada seluruh civitas MTs Negeri 3 Pamekasan (Sumber Bungur), Forpimka  Kecamatan Pakong serta Tagana Pamekasan atas seluruh keikhlasannya dalam mensukseskan kegiatan tahun ini. Semoga niat baik kita bersama dapat terimplementasikan dalam bentuk aksi nyata dari kita sendiri dan masyarakat nantinya dalam menjaga kebersihan dan kelestarian lingkungan. Sukses selalu Madrasahku, MTs Negeri 3 Pamekasan.

 

ByLutfi Rahman

FESTIVAL DAN BAZAR KULINER TRADISIONAL

Pada hari Jum’at, 21 april 2017 MTsN 3 Pamekasan (Sumber Bungur) mengadakan kegiatan “Festival dan Bazar Kuliner Tradisional 2017”. Kegiatan ini dilaksanakan di Halaman Utama MTsN 3 Pamekasan dari jam 07.00 wib hingga selesai. Seluruh peserta festival adalah perwakilan dari masing-masing kelas, mulai dari kelas VII hingga kelas IX. Disamping kegiatan Festival dan Bazar, di waktu dan tempat yang sama dilaksanakan lomba baca puisi dan penulisan artikel bertema lingkungan.

Suasana persiapan festival dan bazar kuliner

Suasana pelaksanaan

Ditemui saat kegiatan, Ibu Hj. Lilik Pujiastutik selaku koordinator kegiatan kali ini menyampaikan mekanisme dan teknis pelaksanaan kegiatan tersebut. beliau menyataka bahwa, pada kegiatan ini, setiap kelas wajib menampilkan sajian kuliner berupa jajana, makana dan  minuman yang tradisional dan bebas dari 6 P (Pemanis, Perasa, Pewarna, Pengawet, Pengenyal dan Pembungkus Plastik).  Untuk menu yang disajikan, beberapa hari menjelang pelaksanaan, masing-masing wali kelas mengambil undian yang berisi menu yang perlu dipersiapkan pada saat Bazar nantinya.

Aneka jajanan dan minuman para peserta

Beliau menambahkan bahwa, festival kuliner kali ini dilombakan, dimana ada beberapa kriteria penilaian yang perlu diperhatikan. Penilaian jajanan, makanan dan minuman kuliner berdasar pada rasa, bahan yang digunakan serta dekorasi dan kreatifitas. Ada 4 orang Juri yang akan menilai hasil kerja masing-masing kelompok.

Selain penilaian dari para Juri, penilaian juga berdasar pada jumlah pengunjung yang membeli produk yang dipamerkan. Semakin banyak produk yang habis, maka semakin banyak pula pundi-pundi rupiah terisi. Sehingga kesempatan untuk menjadi juara semakin terbuka.

Penilaian oleh Juri

Penilaian oleh Juri

Kegiatan ini diselenggarakan, karena pihak Madrasah ingin menyampaikan kepada seluruh peserta didik, bahwa ada banyak varian makanan dan minuman tradisional di sekitar kita yang tentunya aman untuk dikonsumsi. Selain itu, sudah menjadi kewajiban kita bersama untuk senantiasa menjaga dan memelihara heritage atau warisan kita, salah satunya adalah dengan melestarikan jajanan dan minuman tradisional.

Wali Kelas ikut mendampingi

Antusiasme pengunjung dan seluruh peserta nampak begitu nyata. Ini terbukti bahwa seluruh kelas dari kelas VII hingga kelas IX mengirimkan delegasinya. Bukan hanya itu, setiap wali kelas juga berperan aktif pada kegiatan kali ini. Kesan positif disampaikan oleh delegasi dari kelas IX Bahaasa Inggris yang menyatakan mereka sangat antusias menyambut dan mengikuti festival dan bazar kuliner kali ini, karena menurut mereka, dengan kegiatan ini, mereka menjadi mempunyai wawasan dan ilmu baru. Mulai dari bagaimana membuat makanan atau minuman tradisional secara mandiri, menyajikannya serta berupaya menawarkan  pada pengunjung yang lain agar tertarik dan membeli produk mereka. Disamping hal itu mereka bisa paham apa itu makanan dan minuman yang bebas 6 P, serta bagaimana cara melestarikan budaya dan lingkungan sekitar.

Peserta Puisi

Hal yang sama juga disampaikan oleh perwakilan kelas 7 PDCI 1. Mereka berpendapat bahwa makanan yang sehat sangatlah penting bagi tubuh.  Oleh karena kita harus mampu mengurangi ketergantungan kita pada makanan atau minuman modern. Disamping itu, menurut Bela, salah satu peserta didik dari kelas 7 PDCI 1 mengatakan bahwa, apa yang dilakukan sekarang adalah sejalan dengan pencanangan Madrasah menjadi Madrasah Adiwiyata tingkat provinsi. Disamping kegiatan festival/bazar, dilombakan juga pembacaan puisi dan penulisan artikel tentang lingkungan.

Semoga dengan kegiatan ini dapat meningkatkan kepedulian kita terhadap lingkungan, serta bagaimana memberdayakan lingkungan menjadi hal-hal yang positif dan menguntungkan. Amin .

ByLutfi Rahman

BELAJAR HIDROPONIK YANG MENYENANGKAN

Hydroponik sebenarnya berasal dari bahasa Yunani, dari kata hydro yang berarti air dan ponos yang berarti daya atau kerja. Hidroponik adalah cara membudidayakan tanaman dalam sistem kerja yang meliputi air dan nutrisi, dimana akar dikuatkan oleh media tanam selain tanah. Jadi kita bisa menanam tanaman tidaka harus dalam pot tanah atau di lahan dengan luas tertentu.

Pada sejarahnya, teknik hidroponik sendiri diyakini telah digunakan berabad-abad yang lalu oleh penduduk Mesir kuno, dengan bercocok tanam di sepanjang bantaran sungai Nil dan diatas perahu mereka. Para ahli juga sepakat bahwa Taman Gantung Babilonia yang termasyur juga menggunakan metode ini.

Menyiapkan media tanam pada teknik Hidroponik

 

Berkaitan dengan kegiatan pemanfaatan ragam hayati di sekitar lingkungan, para peserta didik kelas 7 dan 8 PDCI melakukan kegiatan bercocok tanam menggunakan teknik hidroponik. Kegiatan ini di bimbing oleh konselor mereka yaitu Ibu Ruki Herawati, S.Psi. Tujuan dari kegiatan ini selain untuk memberikan informasi dan pengetahuan baru tentang hidroponik dan cara bercocok tanam modern, hala lain yang perlu digaris bawahi disini adalah dengan kegiatan ini akan meningkatkan rasa tanggung jawab baik secara komunal dan individu.

Kegiatan yang diawali dengan pembentukan kelompok atau team work kecil beranggotakan 3-4 orang. Selanjutnya adalah pengadaan bahan dan pencarian informasi mengenai hidroponik. Langkah selanjutnya adalah praktek bercocoktanam menggunakan teknik hidroponik. Pada sesi ini, tentunya dibutuhkan semangat kebersamaan dalam kelompok serta menjaga kekompakan.

Penanaman benih sayuran pada media tanam Hidroponik

Setelah kegiatan menanam benih di media hidroponik selesai, masih ada kegiatan lanjutan yaitu merawat bibit-bibit tanaman yang telah ditanam dengan sebaik mungkin. Dalam hal ini rasa tanggung jawab adalah hal utama yang dibutuhkan. Penilaian yang diberikan oleh pembimbing adalah, seberapa bagus tanaman yang ditanam tumbuh dan berkembang. Semakin bagus tumbuh kembangnya tanaman yang ditanam,

Bibit sayuran telah mulai tumbuh

maka nilai dari kelompok tersebut juga akan semakin baik. Pada kegiatan ini, biji tanaman yang ditanam adalah jenis sayuran berupa Bayam merah, Salada, Sawi dan Kangkung.

Selama kegiatan berlangsung, para peserta didik kelas 7 dan 8 PDCI terlihat sangat menikmati dan merasa bahagia. Rata-rata dari mereka merasa senang karena telah memiliki pengetahuan baru tentang cara menanam tanaman menggunakan teknik hidroponik, yang hemat tempat, praktis dan ekonomis.

Semoga dengan kegiatan ini menunjang pengetahuan para peserta didik untuk lebih mencintai alam dan lingkungan. Sehingga mereka akan menjadi insan yang peduli pada kelestarian lingkungannya.

ByLutfi Rahman

KANTIN SEHAT MTsN SUMBER BUNGUR PAMEKASAN

Sebagai Madrasah Adiwiyata, penanaman karakter dan pendidikan tentang pelestarian lingkungan dan kesehatan telah diterapkan di madrasah ini. banyak hal yang telah dilakukan oleh madrasah agar tercipta lingkungan belajar yang asri, sejuk dan nyaman. Dari segi fisik dapat terlihat jelas usaha kearah pelestarian dan kepedulian terhadap lingkungan yang bersih, asri dan sehat.

Suasana Di di depan Kantin Sehat

Salah satu bagian yang tidak dapat dipisahkan dari Madrasah Adiwiyata adalah keberadaan Kantin Sehat. Kantin Sehat merupakan tempat pemenuhan kebutuhan nutrisi bagi para peserta didik beserta serta para tenaga pengajar. Selama proses belajar dan mengajar tentunya banyak energi yang dikeluarkan. Untuk mendukung agar proses belajar mengajar tetap berjalan dengan baik, maka pemenuhan nutrisi yang sehat sebagai asupan pengganti energi yang dipakai mutlak diperlukan.Kantin Sehat juga berfungsi sebagai salah satu sarana pendidikan. Tempat ini bisa dijadikan media belajar dan berdiskusi manakala guru ingin menyampaikan materi berkaitan dengan kandungan nutrisi bahan makanan, atau bisa juga dikupas aspek sosial ekonominya. Bagaimana para peserta didik dapat dilatih untuk memiliki rasa enterpreneurship dan tanggung jawab.

Aktifitas Kantin Sehat

Kunjungan Guru

Kunjungan Peserta didk

Jajanan yang layak dikonsumsi adalah yang mengandung nutrisi sehat seperti lemak, karbohidrat, vitamin, mineral dan protein. Bukan yang mengandung zat aditif berbahaya. Untuk menjawab kebutuhan tersebut, di dalam lingkungan MTsN Sumber Bungur telah berdiri Kantin Sehat. Segala jenis jajanan yang ada di kantin ini insyaallah telah bebas dari unsur 6P, yaitu Penyedap, Pemanis, Pengenyal, Pengawet, Pewarna dan Pembungkus makanan yang berbahaya.
Dalam kegiatannya melayani kebutuhan nutrisi, pengelolaan tempat ini melibatkan para peserta didik yang diawasi oleh salah satu guru yang dipercaya sebagai penanggung jawabnya.
Kantin Sehat menjadi semacam laboratorium mini dalam pembelajaran, karena setiap menu makanan dan minuman yang disediakan tersaji juga informasi mengenai kandungan gizi serta manfaatnya bagi kesehatan. Di tempat ini para peserta didik juga bisa belajar bagaimana menerapkan azas-azas ekonomi, belajar pula bagaimana berinteraksi dan bersosialisasi.

Menikmati menu Kantin Sehat

Keberadaan Kantin sehat ini merupakan bukti nyata bahwa MTsN Sumber Bungur benar-benar peduli akan nilai kesehatan para peserta didik dan guru, sehingga mampu menunjang pada kegiatan belajar dan mengajar di madrasah. Jika para peserta didik sehat, maka Madrasah senang, orang tua juga senang dan prestasi juga akan lebih mudah untuk diraih. Di dalam tubuh yang sehat terdapat jiwa dan potensi hebat didalamnya. Untuk itu perlu nutrisi yang sehat dan layak untuk dikonsumsi agar kesehatan para peserta didik dan guru dapat terjaga.

(Lutfi Rahman, S.Pd)
ByLutfi Rahman

TA’ARUF DAN PEMBINAAN KEPALA KEMENAG PAMEKASAN

Terhitung sejak tanggal 07 Desember 2016, Kanwil Kemenag Provinsi Jawa Timur telah menunjuk Bapak H. Drs. Ec. MOH. SHODIK, M.PdI sebagai Kepala Kemenag Kab. Pamekasan menggantikan Bapak Juhedi yang sekarang menjabat sebagai Kepala Kemenag Kab. Sampang.
Bapak H. Drs. Ec. MOH. SHODIK, M.PdI sebelum menjabat sebagai Kepala Kemenag Pamekasan, beliau sebelumnya adalah Kepala Kemenag Kab. Sumenep. Penunjukan beliau sebagai Kepala Kemenag Kab. Pamekasan sudah tentu telah melalui pertimbangan yang dalam oleh Kanwil Kemenag Jawa Timur, Sehingga terpilihlah Bapak H. Drs. Ec. MOH. SHODIK, M.PdI sebagai kepala Kemenag Kab. Pamekasan yang baru.

Kepala Kemenag Pamekasan tiba di MTsN Sumber Bungur. Lihat Galeri sambutan Marchingband MTsN Sumber Bungur. Lihat Galeri
Pada hari ini, Rabu 18 Januari 2017, Bapak Kepala Kemenag kab. Pamekasan beserta bapak Kasi Pendma dan Pokjawas berkenan hadir di MTsN Sumber Bungur. Kunjungan beliau kali ini merupakan rangkaian kegiatan Ta’aruf di setiap induk KKM. Acara Ta’aruf sekaligus pembinaan dari Kepala Kemenag Pamekasan dilaksanakan di gedung Auditorium MTsN Sumber Bungur Pamekasan. Acara diawali dengan pembacaan Surat Al Fatihah yang dipimpin oleh Pengasuh Pondok Pesantren Sumber Bungur Pakong, K.H. Ahmad Madani, lalu dilanjutkan dengan sambutan-sambutan. Yang pertama adalah sambutan dari Kepala MTsN Sumber Bungur Pamekasan, Bapak H. Mohammad Holis, S.Ag, M.Si. Sambutan yang kedua dari Kasi Pendma Kemenag Pamekasan Bapak A. Nawawi, S.Ag, M.Fil dan yang terakhir adalah ta’aruf sekaligus pembinaan dari kepala Kemenag Kab. Pamekasan bapak H. Drs.Ec. Moh. Shodik, M.PdI.

Sambutan Kepala Madrasah

Tema kegiatan kali ini adalah Eksistensi Madrasah dalam Melestarikan Lingkungan Menuju Madrasah yang Kompetitif. Dalam sambutannya, kepala MTsN Sumber Bungur menyampaikan bahwa Madrasah ini telah siap menyonsong Madrasah Adiwiyata tingkat Provinsi Jawa Timur, untuk itulah Madrasah ini menjadi pioner terhadap pelestarian lingkungan agar menjadi contoh dan berdampak positif pada lingkungan dan masyarakat sekitar.

Pada sambutan yang kedua, Bapak Kasi Pendma Kemenag Pamekasan menyampaikan beberapa prestasi yang ditorehkan oleh MTsN Sumber Bungur. Beliau juga menyampaikan bahwa dengan adanya pimpinan baru yang juga kebetulan hampir bersamaan dengan awal tahun, maka tentunya akan ada pembaharuan yang bersifat positif kedepannya. Peningkatan pelayanan masyarakat menjadi salah satu program Kemenag pamekasan di era kepemimpinan yang baru. beliau juga menyempatkan untuk menyampaikan informasi bahwa BOS akan dicairkan setiap semester dimana pencairannya adlah di saat tengah semester, berikut juga mengenai BSM akan dicairkan setahun sekali, kecuali bagi kelas 9.

Sambutan Kasi Pendma Kemenag Pamekasan

Sesi terakhir adalah ta’aruf sekaligus pembinaan dari Kepala Kemenag Pamekasan. dalam penyampaiannya beliau menekankan pentingnya setiap elemen Kemenag Pamekasan untuk meningkatkan kinerja dan pelayanannya terhadap masyarakat. Beliau mengingatkan kembali tentang nilai-nilai budaya kerja di lingkungan Kemenag, yaitu nilai integritas, profesionalitas, inovasi, tanggung jawab dan keteladanan. Hal tersebut sangat penting untuk dikuatkan kembali dalam penerapannya agar masyarakat merasa dilayani dengan baik. Kepala Kemenag Pamekasan juga menghimbau agar setiap prestasi yang diraih oleh madrasah harus selalu dipublikasikan, agar bukan hanya hal yang buruk yang selalu tersaji, tapi hal-hal yang berkaitan dengan prestasi dan pencapaian positif harus juga disampaiakn, sehingga ada keseimbangan informasi mengenai Kemenag. Program terdekat yang akan dilaksanakan oleh Kemenag Pamekasan adalah pelaksanaan UNBK, karena ini merupakan hal yang ekslusif. Untuk itu dalam kunjungannya kali ini beliau juga mengecek tentang kesiapan MTsN Sumber Bungur untuk melaksanakan UNBK. mudah-mudahan program ini nantinya akan terlaksana dengan baik. Terakhir beliau menyampaikan apresiasi dan terima kasih yang sebesar-besarnya kepada semua Madrasah dan elemennya terutama MTsN Sumber Bungur atas kontribusi dan pelayanannya terhadap masyarakat, mudah-mudahan hal ini bisa dipertahankan dan di tingkatkan ke depannya.
Harapan besar juga disampaikan oleh salah seorang tamu undangan yang merupakan perwakilan dari MTs AL- Mardiyah, Bapak Zainal Arifin. beliau berharap dibawah kepemimpinan Bapak Moh. Shodik, Kemenag Pamekasan semakin baik dalam hal pelayanan dan memfasilitasi hal-hal yang berkaitan denngan peningkatan mutu madrasah, baik madrasah negeri maupun swasta sehingga memacu prestasi lembaga-lembaga madrasah untuk tingkat Kabupaten, Provinsi atau bahkan sampai level Nasional.
Terima kasih Bapak Kepala Kemenag Pamekasan yang baru, selamat kami ucapkan, semoga Kemenag Kab. Pamekasan semakin jaya dan sukses di bawah komando bapak H. Drs. Ec. MOH. SHODIK, M.PdI.

(Lutfi Rahman, S.Pd)
ByLutfi Rahman

MEMBANGUN SINERGI BERSAMA ORANG TUA/WALI MURID DAN MADRASAH

Pamekasan (5/1/2017). Mengawali kegiatan di semester genap pada tahun pelajaran 2016-2017 ini, Madrasah mengundang seluruh orang tua/wali peserta didik dari kelas VII hingga kelas IX untuk hadir ke Madrasah. Hal ini dilakukan untuk menjalin kebersamaan antara pihak Madrasah dengan para orang tua atau wali peserta didik, mengingat ada beberapa program Madrasah yang harus diketahui dan didukung oleh para orang tua/ wali.
Pada pertemuan kali ini Kepala Madrasah Bapak H. Mohammad Holis, S.Ag, M.Pd menyampaikan tentang :
1. Pentingnya ketuntasan SKUA sebagai syarat untuk mengikuti Penilaian Akhir Semester bagi seluruh peserta didik di MTsN Sumber Bungur dari kelas VII-IX. SKUA merupakan wujud dari penerapan kemampuan para peserta didik dalam hal beribadah dan bersosialisasi dengan lingkungan sekitarnya.
2. MTsN Sumber Bungur merupakan Madrasah Adiwiyata, artinya madrasah ini adalah madrasah yang peduli terhadap kebersihan dan kelestarian lingkungan. Dalam lingkungan madrasah, para peserta didik dibiasakan untuk hidup sehat, bersih dan peduli lingkungan. contoh paling sederhana adalah membiasakan para peserta didik untuk selalu membuang sampah pada tempatnya. Mengurangi penggunaan plastik dengan membawa kotak makan dan botol minuman sendiri ke madrasah. Diharapkan kebiasaan baik yang ada di madrasah ini dapat diterapkan juga di rumah mereka. Hal inilah yang menuntut peran dan sinergi Madasah bersama orang tua/wali.
3. MTsN Sumber Bungur telah memiliki produk andalan yang bernilai ekonomis, yaitu Dendeng Daun Singkong dan Teh Herbal Daun Bungur. Produk-produk tersebut merupakan hasil pengolahan SDA yang terdapat di lingkungan madrasah. selain memiliki nilai ekonomi yang tinggi, produk tersebut juga memiliki khasiat kesehatan bagi yang mengkonsumsinya, dan Alhamdulillah produk produk tersebut telah terdaftar sebagai salah satu produk unggulan UMKM Kabupaten Pamekasan dan Provinsi Jawa Timur.
4. Sosialisasi tentang pedoman penilaian yang sesuai dengan Permendikbud No 23 tahun 2016 khususnya untuk kelas IX tentang Ujian Nasional (UN) dan Try Out Berbasis Komputer yang akan dilaksanakan pada bulan April 2017 mendatang.

(oleh : Lutfirahman, S.Pd.)

ByMukhtar Syarif

Kelestarian Lingkungan Versi Rasulullah

Oleh: Mohammad Holis*)

Manusia sebagai khalifah di bumi ini dapat bertahan hidup tanpa adanya campur tangan pemerintah. Bukankah dulu sebelum ada kemajuan cara berpikir manusia sebagai khalifah di bumi tetap bisa bertahan hidup, saling memahami meski tanpa campur tangan pemerintah? Namun saat ini, pertanyaan besar buat kita semua adalah apakah manusia mampu bertahan hidup tanpa lingkungan? Semua pasti sepakat jawabannya adalah TIDAK. Hal inilah yang menjadi tanggung jawab kita bersama dalam ikut bertanggung jawab melestarikan lingkungan. Sehingga apapun keragaman pola aktifitas dan kegiatan yang kita lakukan dimuka bumi ini janganlah justru menjadikan alam lingkungan sebagai korbanya. Tentu kita tidak ingin menjadi generasi yang mewarisi alam lingkungan yang rusak.

Sebagaimana firman Allah (QS al-A’raf 7:85) “Dan Janganlah kamu membuat kerusakan dimuka bumi sesudah Tuhan memperbaikinya. Yang demikian itu lebih baik bagimu jika betul-betul kamu orang-orang yang beriman”.

Sebetulkan Islam melalui Hadits Rasulullah telah memberikan solusi dari persoalan kerusakan lingkungan yang saat ini terjadi. Diantara yang bisa dilakukan dalam upaya memakmurkan alam ini adalah dengan cara (1) MENANAM. Sebagaimana hadits shahih yang diriwayatkan oleh Bukhari “Tak seorang muslimpun menanam pohon atau tanaman, lalu dimakan oleh burung, manusia, atau hewan lainnya, kecuali akan menjadi sedekah baginya.” Ini dapat diartikan bahwa perintah menanam pohon dan tanam-tanaman dalam hadits diatas ternyata berfungsi

Sebagai menyerap gas-gas yang dapat membahayakan kehidupan manusia dan lingkungan. Pepohonan dan tanam-tanaman akan mengeluarkan uap air sehingga udara bisa bersih dan sehat, sehingga semakin berkurang dan rusaknya pepohonan dan tanam-tanaman ini akan menyebabkan prduksi oksigen bagi atmosfir akan semakin berkurang.

Ladang Shadaqah, dengan menanam pohon baik pohon berbuah karena dapat dimakan buah dan menjadi sumber kehidupan bagi yang memakannya atau tidak berbuah karena memproduksi oksigen bagi keberlangsungan hidup manusia, karena manusia itu sendiri membutuhkan 2880 oksigen/hari, itu semuanya akan dinilai shodaqah sebagaimana hadits diatas.

(2) MERAWAT. Setelah menanam pohon tentunya perintah kedua adalah merawatnya, sebagai perwujudan pengabdian manusia kepada Allah SWT, karena mengabdi merupakan salah satu tugas manusia sebagai khalifah dimuka bumi ini. Salah satu tugas kekhalifahan inilah. yang membedakan antara homo megantropus paleo javanicus dan homo pithecanthropus erectus dari homo pithecanthropus erectus wajakensis. Dua manusia yang disebut pertama memiliki sifat merusak dan menumpahkan darah, yang menurut para ulama ahli tafsir disebut banul jan. dua jenis manusia tersebut berbeda dengan homo wajakensis yang sudah berbudaya dan memiliki cara berfikir yang sejalan dengan nalar sehat. Homo wajakensis disebut juga homo sapiens yang berarti manusia cerdas dan berbudaya, dalam bahasa yang lain disebut hayawanun natiq.

Homo wajakensis menandai awal manusia menerima amanah kekhalifahan di muka bumi, yakni sebagai penjaga keseimbangan tata kelola alam lingkungan secara harmonisasi dan berketeraturan. Ini pula yang menandai lahirnya prilaku kearifan lingkungan yang kemudian diturunkan secara turun temurun disetiap generasi hingga saat ini. Maka mentahlah yang menjadi sanggahan para malaikat yang awalnya enggan menerima penciptaan Adam As. Sebagaimana QS. Al-Baqarah (2:30). “Ingatlah ketika Rabb-mu berfirman kepada para malaikat, “Sungguh Aku hendak menjadikan seorang khalifah di muka bumi.” Mereka menjawab, “Mengapa Engkau hendak menjadikan (khalifah) di bumi itu orang yang akan membuat kerusakan padanya dan menumpahkan darah, padahal kami senantiasa bertasbih dengan memuji Engkau serta menyucikan Engkau?” Allah ta’ala berfirman, “Sungguh Aku mengetahui apa yang tidak kalian ketahui.”

Penegasan Allah SWT pada ayat diatas memberikan sinyal nyata, bahwa penciptaan manusia mutlak merupakan rahasianya. Para malaikat diberitahu tetapi malaikat tidak boleh membantah mengenai rencana-Nya perihal penciptaan manusia, yang selanjutnya menjadi khalifah Allah di muka bumi. Maka larangan keras kepada manusia melakukan perusakan alam, termasuk merusak tetumbuhan dan pepohonan dengan cara apapun, dimana manusia secara sadar mempunyai tanggung jawab yang besar untuk saling mennyanyangi termasuk dengan berprilaku kasih dan sayang terhadap tetumbuhan dan pepohonan sebagaimana sabda Rasul yang diriwayatkan oleh Abu Daud dan Tirmidzi “Orang-orang yang penyayang niscaya akan disayang oleh Allah yang Maha Penyayang. Maka sayangilah yang ada di bumi niscaya yang ada di langit un akan menyayangi kalian”.

Merusak tetumbuhan dan pepohonan sama saja dengan merusak kehidupan umat manusia, seperti yang telah dijelaskan diatas bahwa manusia tanpa pemerintahan tetap bisa hidup, akan tetapi manusia akan binasa jika hidup tanpa alam dan lingkungan sebagaimana firman Allah dalam QS al-Maidah (5:32).“

Rasulullah SAW sebagai penyampai islam yang ramah lingkungan dan rahmah kemanusiaan adalah salah satu ciri agama rahmatan lil alamin. Dimana telah mana mengajarkan kepada kita bersama tentang kemesraan hubungan kepada Allah SWT, sesama manusia, dan terhadap lingkungan hidup didalamnya, sehingga manakala kita sebaga melakukan penebangan terhadap pepohonan dan tetumbuhan, maka sebaiknya mengganti dulu tetumbuhan dan pepohonan sebelum menebang untuk keberlangsungan ekosistem di alas semesta ini, begitu juga ketika ingin memanfaatkan hewan untuk di makan, maka janganlah berlebihan dan perlakukanlah dengan baik hewan yang akan kita makan karena bagian dari rezeki Allah bagi kita bersama.

Di akhir tulisan ini, penulis ingin menyampaikan bahwa melestarikan lingkungan versi Rasulullah SAW adalah bagian dari mengamalkan sunnahnya, sehingga program pelestarian lingkungan dari lembaga manapun tidak boleh mengenyampingkan kerusakan terhadap lingkungan, dan dukungan terhadap kepedulian lingkungan adalah bagian jihad dalam menegakkan sunnahnya, oleh karena itu penulis mengajak seluruh elemen masyarakat agar bersama-sama menegagakkan sunah rasul yang satu ini yakni melestarikan lingkungan, agar bumi kita lestari.

*) Penulis adalah Kepala MTsN Sumber Bungur Pamekasan dan Peserta Program Doktor pada Universitas Muhammadiyah Malang

BySubairi S.Hum

MTsN SUMBER BUNGUR GELAR AKSI TANAM 10 RIBU POHON

mtsnsumpa.sch.id. Untuk ke sekian kalinya MTs Negeri Sumber Bungur Pamekasan menggelar aksi tanam pohon. Jika sebelumnya, atau betepatan dengan Hari Bumi tanggal 22 April 2016 beberapa bulan yang lalu hanya berjumlah 1000 pohon, dalam kesempatan ini jumlahnya mencapai 10.000 pohon dengan berbagai jenis diantaranya pohon jati, asam, sukun, akasia, trambesi, kemiri dan lain sebagainya. Kegiatan tersebut diselenggarakan pada tanggal 26 Oktober 2016 kemarin. Aksi peduli lingkungan ini merupakan bentuk kerja sama antara Sekolah Tinggi Agama Islam Negeri (STAIN) Pamekasan dengan MTs Negeri Sumber Bungur yang sebelumnya sudah menjalin Memorandum of Understanding (MoU) dengan Kementerian Lingkungan Hidup dan Kehutanan Republik Indonesia.

DSC_0171 DSC_0164 DSC_0176

KUNJUNGI GALERI
Acara tersebut dihadiri oleh Dirjend Pengendalian Daerah Aliran Sungai dan Hutan Lindung (PDASHL) Dr. Ernawati, Wakil Bupati Pamekasan Kholil Asy’ari bersama jajaran Forum Pimpinan Daerah (FORPIMDA), DPRD Pamekasan, BLH Kabupaten Pamekasan, Camat Pakong beserta sejumlah Kepala Desa Kecamatan Pakong, Kapolres Pamekasan, Ketua STAIN Pamekasan bersama dan jajarannya, Pengasuh Pondok Pesantren Sumber Bungur Pakong KH. Ahmad Madani, serta ratusan wali murid turut hadir dalam acara tersebut.

DSC_0199 DSC_0219 DSC_0227

Ernawati, begitu panggilan akrabnya, dalam sambutannya dengan nada humoris, menghimbau kepada seluruh masyarakat agar terbiasa menanam pohon dengan tujuan menambah aset masa depan. “ Orang yang hendak menikah harus siap-siap menanam pohon, ketika menikah harus terbiasa menanam pohon sehingga sepuluh tahun kemudian hasilnya sudah bisa dinikmati”. tuturnya. Beliau juga menambahkan, Dirjend PDASHL siap memberikan bantuan bibit pohon dengan segala jenis selama masyarakat memiliki kepedulian dan kesadaran akan pentingnya program penghijauan dengan membiasakan diri menanam. Sementara itu, Wakil Bupati Pamekasan Kholil Asy’ari dengan mengutip visi MTs Negeri Sumber Bungur yaitu “Berakhlak mulia, Unggul dalam prestasi dan Berwawasan lingkungan” menyampaikan bahwa hal terpenting dalam penyelenggaraan pendidikan bukan hanya berorientasi pada keunggulan akademik saja melainkan kepedulian terhadap lingkungan demi terciptanya keasrian dan keindahan alam juga menjadi hal yang utama. Hal senada juga disampaikan oleh Kepala MTsN Sumber Bungur Mohammad Holis, bahwa secara fitrah manusia dilahirkan sebagai “Khalifah fil Ardhi” yang ditugaskan untuk memelihara dan merawat bumi. oleh karenanya, aksi tanam 10 ribu pohon ini merupakan bentuk kepedulian terhadap lingkungan alam. Alam dan sekitarnya telah memberikan segalanya bagi keberlangsungan hidup manusia, oksigen yang kita hirup secara gratis tiap hari bersumber dari alam, dengan begitu kita tidak boleh mengotorinya apalagi merusaknya. Imbuhnya.

Dalam rangkaian acara tersebut, yang tidak kalah pentingnya adalah penandatanganan dua prasasti yang bernilai historis. Pertama, Program Pendidikan berbasis e-DUKOTourism (sebuah lembaga pendidikan yang menerapkan aspek edukatif, ekologi, ekonomi dan tourism). Kedua, Madrasah Adiwiyata. Kedua prasasti tersebut di tandatangani oleh Dirjend PDASHL, dilanjutkan dengan penanaman pohon secara simbolis oleh semua pejabat terkait bersama tokoh masyarakat di hutan mini milik MTs Negeri Sumber Bungur yang tempatnya tidak jauh dari madrasah tersebut. Sebagai puncak acara kegiatan, semua tamu istimewa dipersilahkan untuk menyantap hidangan kuliner khas Madura dengan sajian alami yang kaya rasa.

Kegiatan ini berlangsung sukses tidak ada kendala yang berarti, berkat dukungan dan kerja sama yang baik dari semua pihak khususnya dari keluarga besar MTs Negeri Sumber Bungur. [Subairi, S. Hum]